![]() |
Pengembangan
Pembelajaran Portofolio dalam PKn SD
Disusun
untuk melengkapi tugas mata kuliah Pengembangan
Pembelajaran PKn SD
Dosen:
Dr. Dirgantara Wicaksono. M.Pd
Oleh
:
Ferina Rahmania (2015820029)
Amalia Saleha (2015820035)
Yoga Eka putra (2015820002)
Rahmi fauziah (2015820018)
Ade lina Damayanti (2015820016)
Iqbal hermawan (2015820037)
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017
KATA PENGANTAR
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna
dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Pengertian
Portofolio, Model dan Metode Pembelajaran Portofolio, Langkah-langkah
Pembelajaran Portofolio serta Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Portofolio.
Penulis
juga menyadari bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari
kata sempurna. Oleh karena itu, penulis berharap adanya kritik, saran dan
usulan demi perbaikan makalah yang telah penulis buat di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah
ini dapat di pahami bagi siapa pun yang membacanya. Sebelumnya penulis memohon
maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.
Jakarta, 30 Oktober 2017
Penulis
Ferina Rahmania
Amalia Saleha
Yoga Eka Putra
Rahmi Fauziah
Ade Lina Damayanti
Iqbal Hermawan
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR........................................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang................................................................................................ 1
1.2 Rumusan masalah............................................................................................ 1
1.3 Tujuan............................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Model pembelajaran pkn berbasis
portofolio................................................... 2
2.2 Metode yang dapat digunakan dalam
pembelajaran portofolio....................... 3
2.3 Langkah-langkah pembelajaran pkn
berbasis portofolio................................. 4
2.4 Kelebihan dan kelemahan model
pembelajaran portofolio.............................. 6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan...................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Untuk mengembangkan potensi peserta
didik secara optimal diperlukan strategi yang sistematis dan terarah. Sementara
itu strategi pengelolaan pendidikan yang ditempuh selama ini, temasuk
aktualisasi kurikulum dalam pembelajaran, kurang memberikan kebebasan kepada
peserta didik untuk mengembangkan berbagai kemampuan/kecerdasan seperti
kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Dilain pihak, potensi setiap peserta
didik sebenarnya berbeda. Untuk itu perlu dikembangkan model-model pembelajaran
yang mengakomodasi. Perbedaan potensi dan sekaligus memberikan seluas-luasnya
untuk secara aktif menumbuhkan kreatifitas peserta didik, agar kecerdasannya
berkembang secara optimal dan proposional.
Model pembelajaran aktif menitikberatkan
pada pengembangan afeksi dan perilaku yang didasarkan pada kebutuhan belajar
peserta didik, berdasarkan pengalaman belajar. Karena itu pembelajaran aktif
berpusat pada peserta didik. Salah satu model proses pembelajaran aktif yang
harus dikembangkan adalah portofolio.
1.2
Rumusan Masalah
a.
Bagaimana
model pembelajaran PKn berbasis portofolio?
b.
Metode
apa yang dapat digunakan dalam pembelajaran portofolio?
c.
Bagaimana
langkah-langkah pembelajaran PKn berbasis portofolio?
d.
Apa
kelebihan dan kelemahan dari model pembelajaran portofolio?
1.3
Tujuan
a.
Mengetahui
tentang model pembelajaran PKn berbasis portofolio
b.
Mengetahui
tentang metode apa yang dapat digunakan dalam pembelajaran portofolio
c.
Mengetahui
langkah-langkah pembelajaran PKn berbasis portofolio
d.
Mengetahui
kelebihan dan kelemahan dari model pembelajaran portofolio
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Model Pembelajaran PKn berbasis Portofolio
Model adalah gambaran
informal untuk menjelaskan atau menerapkan teori. Dengan kata lain, model
adalah teori yang lebih disederhanakan. Sedangkan pembelajaran adalah suatu
kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas,
perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan
pembelajaran.
Menurut Joyce dan Weil
(1980) model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan
untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang
bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain.
Fungsi model pembelajaran
di sini sebagai pedoman bagi perancang pangajar dan para guru dalam
melaksanakan pembelajaran. Seperti yang dikemukakan oleh joyce dan weil bahwa
model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai
pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial
untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran seperti buku-buku, film,
komputer, kurikuler dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa setiap model yang
akan di gunakan dalam pembelajaran untuk menentukan perangkat yang dipakai
dalam pembelajaran tersebut.
Untuk memilih model ini
sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan diajarkan, juga dipengaruhi
oleh tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut dan tingkat emampuan
peserta didik. Di samping itu pula, setiap model pembelajaran selalu mempunyai
tahap-tahap (sintaks) yang oleh siswa dengan bimbingan guru. Antara yang satu
dengan sintaks yang lainjuga mempunyai perbedaan. Perbedaan-perbedaan inilah,
terutama yang berlangsungnya di antara pembukaan dan penutupan pembelajaran,
yang harus dipahami oleh guru penutup pembelajaran, agar model-model tersebut
dapat terlaksana dengan berhasil, oleh karena itu, guru perlu menguasai dan
dapat menerapkan berbagai keterampilan mengajar, agar dapat tercapai tujuan
pembelajaran yang berangka ragan dan lingkungan belajar yang menjadi ciri
sekolah pada dewasa ini.
Pendidikan
Kewarganegaraan (Pkn) mempunyai tujuan yaitu partisipasi yang penuh nalar dan
tanggung jawab dalam kehidupaan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai
dan prinsip-prinsip dasar demokrasi.
Portofolio berasal dari
bahasa Inggris “portfolio” yang artinya dokumen atau surat-surat. Dapat juga
diartikan sebagai kumpulan kertas-kertas berharga dari suatu pekerjaan
tertentu. Biasanya portofolio merupakan karya terpilih dari seorang siswa,
tetapi dalam model pembelajaran ini setiap portofolio berisi karya terpilih
dari satu kelas siswa secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif
memilih, membahas, mencari data, mengolah, menganalisa dan mencari pemecahan
terhadap suatu masalah yang dikaji.
Portofolio dalam
pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang
menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik
yang telah diputuskan untuk dikaji mereka,
baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan.
Model pembelajaran PKn
berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan
beberapa metode dan langkah yang digunakan dalam proses politik. Pembelajaran
ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap
kewarganegaraannya dan pemerintahannya dengan cara:
1.
Membekali
pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara
efektif.
2.
Membekali
pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan
efektifitas partisipasi.
3.
Mengembangkan
pemahaman akan pentingnya partisipasi warga negara.
2.2
Metode yang dapat digunakan dalam Pembelajaran Portofolio
1.
Metode
Inkuiri
Penggunaan metode ini
didasarkan atas beberapa pemikiran para ahli dan hasil-hasil penelitian
menunujukkan bahwa pendekatan ini memiliki keunggulan terutama untuk
mengembangkan kemampuan berpikir maupun pengetahuan, sikap, dan nilai pada
peserta didik dibanding dengan pendekatan klasikal atau tradisional.
Prosedur penggunaan model
ini dapat dilakukan guru secara sederhana yaitu dengan memberikan sejumlah
pertanyaan atau pernyataan kepada siswa. Selanjutnya siswa ditugasi untuk
menjawab dengan menggunakan berbagai sumber belajar. Dalam menjawab pertanyaan
maupun pernyataan tersebut siswa perlu mengadakan suatu pencarian sebagai bukti
bahwa jawaban yang mereka berikan adalah benar. Bukti-bukti itulah yang akan
dijadikan sebagai portofolio sebagai yang berisi kumpulan dokumen berupa data
yang diperoleh siswa dari berbagai sumber belajar baik dari buku atau media cetak, elektronik,
maupun bersumber dari manusia.
2.
Metode
E-Learning (Electronic learning)
Kegiatan pembelajaran
melalui perangkat elektronik komputer yang tersambungkan ke internet,
dimana peserta didik berupaya memperoleh
bahan belajar sesuai dengan kebutuhannya. Peserta didik dapat mencari dan
menemukan informasi yang diperlukan dari sedemikian banyak summber informasi
dengan cara efektif dan efisien.
Penerapan metode ini
dapat dilakukan dengan cara memberikan tugas pada siswa untuk mencari informasi
yang berkaitan dengan kompetensi dasar atau topik yang sedang dipeljari atau
dibahas, dan selanjutnya siswa mempresentasikan hasil pencarian tersebut di
kelas. Kumpulan hasil pencarian informasi yang ditemukan siswa itulah
portofolio.
3.
Metode
VCT
VCT (Value Clarivication
Technique) merupakan tehnik atau cara mengungkapkan nilai. Nilai-nilai dimaksud
adalah nilai-nilai yang terdapat dalam suatu pokok bahasan, cerita, nyayian
atau lagu, peristiwa tau kejadian, tempat, perbuatan atau perilaku, dan
sebagainya. Model ini dapat dilaksanakan guru dengan cara:
a.
Siswa
diberi tugas untuk mencari sesuatu yang dapat dianalisa,
seperti cerita hasil reportasi atau
liputan, mengamati secara akuratatau seksama atas kejadian, cerita tidak
selesai dan harus diselesaikan, selanjutnya menganalisis nilai-nilai tersebut.
Hasil analisa dikumpulkan sehingga menjadi portofolio.
b.
Guru
menyiapkan daftar baik-buruk, daftar tingkat urutan, daftar
skala prioritas, daftar gejala
kontinum (yang terus-menberus), daftar penilaian diri sendiri, dan daftar
membaca perkiraan orang lain terhadap diri kita. Siswa diminta untuk menjawab
dalam kertas-kertas yang akhirnya dikumpulkan oleh guru sebagai portofolio
siswa.
2.3
Langkah-langkah pembelajaran PKn
berbasis Portofolio
Dalam pembelajaran PKn berbasis
portofolio, kelas dibagi ke dalam empat kelompok. Setiap kelompok bertanggung
jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. Tugas-tugas setiap kelompok
portofolio adalah sebagai berikut:
1.
Kelompok
portofolio satu: menjelaskan masalah
Kelompok ini bertanggung jawab
menjelaskan masalah yang dipilih sebagai kajian kelas. Selain itu juga harus
menjelaskan beberapa hal yang meliputi alasan mengapa yang disajikan adalah
masalah yang penting untuk dipecahkan dan mengapa badan atau tingkat
pemerintahan tertentu harus menyelesaikan masalah tersebut.
Kelompok portofolio datu
mempersiapkan dua seksi, yaitu seksi penanyangan dan seksi dokumentasi. Hasil
pekerjaan kelompok portofolio satu ditampilkan pada panel pertama. Hasil pekerjaan
kelompok portofolio satu ini harus memuat:
·
Rangkuman
masalah secara tertulis
·
Menyajikan
masalah secara grafis
·
Identifikasi
sumber informasi.
2.
Kelompok
portofolio dua: menilai kebijakan alternatif yang disarankan untuk memecahkan
masalah Kelompok ini bertanggungjawab menjelaskan kebijakan-kebijakan yang
sudah ada dan atau menjelaskan kebijakan-kebijakan alternatif yang dibuat untuk
memecahkan masalah.Hasil kerja kelompok portofolio dua mencakup hal-hal sebagai
berikut:
·
Rangkuman
tertulis tentang kebijakan alternative
·
Menyajikan
kebijakan alternatif secara grafis
·
Mengidentifikasi
sumber informasi
3.
Kelompok
portofolio tiga: mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah. Kelompok
ini bertanggungjawab untuk mengembangkan dan menerangkan dengan tepat suatu
kebijakan tertentu yang disepakati dan didukung oleh seluruh kelas untuk
memecahkan masalah. Hasil kerja kelompok portofolio tiga ini memuat hal-hal
sebagai berikut:
·
Penjelasan
dan jastifikasi tertulis untuk kebijakan yang
diusulkan kelas
·
Menyajikan
kebijakan publik secara grafis
·
Identifikasi
sumber informasi
4.
Kelompok
portofolio empat: membuat rencana tindakan. Kelompok ini bertanggungjawab
membuat rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana cara warga negara dapat
mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas.
Hal-hal yang harus termuat dalam hasil kerja kelompok portofolio empat adalah
sebagai berikut:
·
Penjelasan
tertulis bagaimana kelas dapat menumbuhkan
dukungan pada individu atau kelompok
dalam masyrakat terhadap rencana tindkan yang diusulkan.
·
Penjalasan
tertulis bagaimana kelas dapat menumbuhkan
dukungan dari pemerintah
terhadap rencana tindakan yang diusulkan.
·
Menyajikan
rencana tindakan secara grafis.
·
Identifikasi
sumber informasi.
Karya keempat kelompok
akan diutamakan pada portofolio kelas. Karya tersebut memiliki dua seksi, yaitu
:
·
Seksi
penayangan. Hasil karya (hasil penelitian dan pengumpulan informasi)
masing-masing dari keempat kelompok ditempelkan pada satu bidang panel dari
papan tayangan empat panel. Tayangan ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat
diletakkan di atas meja, papan buletin. Bahan-bahan yang ditayangkan meliputi
pernyataan-pernyataan tertulis, daftar sumber, peta, grafik, foto, karya seni
asli, dan sebagainya.
·
Seksi
dokumentasi. Keempat kelompok harus memilih bahan-bahan yang terkumpul,
bahan-bahan terbaik yang mendokumentasikan atau memberi bukti penelitiannya.
Bahan-bahan yang dipilih harus mewakili contoh-contoh penelitian terpenting
dan/atau paling bermakna yang telah dikerjakan siswa. Tidak semua penelitian
harus dimasukkan. Bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam sebuah map jepit. Gunakan
pemisah berwarna beda untuk memisahkan keempat seksi dokumentasi dari keempat
kelompok portofolio tersebut. Siapkan daftar isi untuk setiap seksi.
2.4
Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Portofolio
1)
Kelebihan
:
a.
Dapat
menutupi proses kekurangan proses pembelajaran. Seperti keterampilan memecahkan
masalah, mengemukakan pendapat, berdebat, menggunakan berbagai sumber
informasi, mengumpulkan data, membuat laporan dan sebagainya.
b.
Mendorong
adanya kolaborasi (komunikasi dan hubungan) antra siswa dan antara siswa dan
guru.
c.
Memungkinkan
guru mengakses kemampuan siswa membuat atau menyusun laporan, menulis dan
menghasilkan berbagai tugas akademik
d.
Meningkatkan
dan mengembangkan wawasan siswa mengenai isu atau masalah kemasyarakatan atau
lingkungan nya.
e.
Mendidik
siswa memiliki kemampuan merefleksi pengalaman belajarnya, sehingga siswa
termotivasi untuk belajar lebih baik dari yang sudah mereka lakukan
f.
Pengalaman
belajar yang tersimpan dalam memorinya akan lebih tahan lama karena sudah
melakukan serangkaian proses belajar dari mengetahui, memahami diri sendiri,
melakukan aktifitas dan belajar bekerjasama dengan rekan-rekan dalam
kebersamaan.
2)
Kelemahan
:
a.
Membutuhkan
waktu yang relatif lama
b.
Memerlukan
ketekunan, kesabaran dan keterampilan guru
c.
Memerlukan
adanya jaringan komunikasi yang erat antara siswa, guru, sekolah.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Portofolio adalah suatu
model pembelajaran yang menuntut siswa untuk mengkaji lebih dalam tentang suatu
materi pembelajaran sekaligus terjun ke lapangan guna mengamati fenomena yang
ada dimasyarakat dan kemudian menarik suatu kesimpulan yang kemudian di
dokumentasikan melalui tulisan. Tulisan itulah portofolio.
Model
pembelajaran PKn berbasis portofolio
Model pembelajaran PKn
berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan
beberapa metode dan langkah yang digunakan dalam proses politik. Pembelajaran
ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap
kewarganegaraannya dan pemerintahannya.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar