1. Apa yang anda ketahui tentang multikultural dan implementasinya di SD?
Jawab:
Pendidikan Multikultural adalah merupakan suatu wacana yang lintas batas, yang terkait
dengan masalah-masalah keadilan sosial, Demokrasi dan Hak asasi manusia tulus dan Toleran
terhadap keanekaragaman budaya yang hidup ditengah-tengah masyarakat plural atau
pendidikan multikultural adalah suatu pendekatan progresif untuk melakukan transformasi
pendidikan yang secara menyeluruh membongkar kekurangan, kegagalan dan praktik-praktik
diskriminatif dalam proses pendidikan.
Implementasi pendekatan multikultural pkn dalam pendidikan Pkn SD beberapa poin penting
yang harus dilakukan dalam mempormulasikan pendidikan multikultural dalam Pkn yang bersifat
mudah dan efektif yaitu :
1) Guru harus merencanakan strategi pemeblajaran yang akan dipakai dalam kelas. jika yang
dipakai adalah model p[emeblajaran kooperatif, maka strategi ini digunakan untuk menandai
adanya perkembangan kemampuan siswa dalam belajar besama-sama mensosialisasikan konsep,
dan nilai budaya lokal daerahny dalam komunitasnya belajar bersama teman.
2) Pembelajaran multikultural yang dilaksanakan dikelas oleh siswa bisa dimulai dari
hal/perbuatan yang kecil namun penuih makna. Siswa dan guru bisa memulainya bersama
dengan melakukan tindakan nyata dikelas yang menunjukan keterampilan multikultural.
Maksudnya adalah sikap yang ditunjukkan karena kesadaran kultural kemudian
di implementasikan dalam suatu tindakan dalam format kemajemukan.
2. Jelaskan secara heoristik kajian pendekatan tematik pengembangan tematik di SD!
Jawab:
Pendekatan tematik merupakan suatu pendekatan yang berorientasi pada praktik. Pembelajaran
yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Pembelajaran ini berangkat dari teori
pembelajaran yang menolak proses latihan atau hafalan sebagai dasar pembentukan pengetahuan
dan struktur intelektual anak. Dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan tematiuk
antara lain sebagai berikut:
1) Rancangan pembelajaran, dalam tahap ini guru PKn menyiapkan media pembelajatan temkatik
yang berupa gambar-gambar yang berhubungan dengan tema yang akan di ajarkan pada siswa.
Setelah itu, guru membuat RPP Pembelajaran PKn.
2) Pelaksanaan pembelajaran guru harus lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran. Hal ini
dikarenakan pengalaman guru sangat penting dalam pengolaan pembelajaran.
3. Bagaimana mengembangkan pembelajaran PKn dengan model CTL?
Jawab:
Dalam proses pembelajaran PKn di kelas 5 SD khususnya pada materi nilai-nilai juang dalam
proses perumusan pancasila sebagai dasar nega guru harus mengubah cara pandangnya dalam
pembelajaran PKn yang meliputi:
1) Peran guru dalam pengelolaan kelas.
2) Pemahaman perkembangan karakteristik siswa.
3) Peran siswa dalam proses pembelajaran.
4) Pemilihan alat peraga atau media dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang
dipelajari siswa.
5) Guru dituntut untuk lebih kreatif dalam mendesain pembelajaran.
4. Apakah pentingnya portofolio dalam pembelajaran PKn SD?
Jawab:
portofolio dalam pembelajaran pkn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik
yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenan dengan suatu isu kebijakan publikyang
telah diputuskan untuk di kaji mereka, baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruha.
model pembelajaran pkn berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik
mereka dengan bebebrapa metode dan langkah yang gunakan dalam proses politik pembelajaran
ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan
pemerintahannya dengan cara:
1. membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisifasi secara efektif
2. membekali pengalam praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan
efektifitas partisipasian itu
3. mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisifasi warganegara.
5. Berikan analisis sodara mengenai kenapa pentingnya mengembakan pembelajaran pkn di sd
Jawab:
Menurut saya, mengembangkan pembelajar pkn sd itu penting, karena seiring perkembangan
zaman yang semakin maju dan modern ini pembelajaran pun harus ikut berkembang mengikuti
zaman dan menyesuaikan dengan kebutuhan siswa pada saat ini dan pada masa yang akan datang.,
Sabtu, 25 November 2017
Rabu, 15 November 2017
Dr. Dirgantara Wicaksono M.Pd
![]() |
Pengembangan
Pembelajaran Portofolio dalam PKn SD
Disusun
untuk melengkapi tugas mata kuliah Pengembangan
Pembelajaran PKn SD
Dosen:
Dr. Dirgantara Wicaksono. M.Pd
Oleh
:
Ferina Rahmania (2015820029)
Amalia Saleha (2015820035)
Yoga Eka putra (2015820002)
Rahmi fauziah (2015820018)
Ade lina Damayanti (2015820016)
Iqbal hermawan (2015820037)
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017
KATA PENGANTAR
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna
dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Pengertian
Portofolio, Model dan Metode Pembelajaran Portofolio, Langkah-langkah
Pembelajaran Portofolio serta Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Portofolio.
Penulis
juga menyadari bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari
kata sempurna. Oleh karena itu, penulis berharap adanya kritik, saran dan
usulan demi perbaikan makalah yang telah penulis buat di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah
ini dapat di pahami bagi siapa pun yang membacanya. Sebelumnya penulis memohon
maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.
Jakarta, 30 Oktober 2017
Penulis
Ferina Rahmania
Amalia Saleha
Yoga Eka Putra
Rahmi Fauziah
Ade Lina Damayanti
Iqbal Hermawan
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR........................................................................................................ i
DAFTAR ISI...................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang................................................................................................ 1
1.2 Rumusan masalah............................................................................................ 1
1.3 Tujuan............................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Model pembelajaran pkn berbasis
portofolio................................................... 2
2.2 Metode yang dapat digunakan dalam
pembelajaran portofolio....................... 3
2.3 Langkah-langkah pembelajaran pkn
berbasis portofolio................................. 4
2.4 Kelebihan dan kelemahan model
pembelajaran portofolio.............................. 6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan...................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Untuk mengembangkan potensi peserta
didik secara optimal diperlukan strategi yang sistematis dan terarah. Sementara
itu strategi pengelolaan pendidikan yang ditempuh selama ini, temasuk
aktualisasi kurikulum dalam pembelajaran, kurang memberikan kebebasan kepada
peserta didik untuk mengembangkan berbagai kemampuan/kecerdasan seperti
kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Dilain pihak, potensi setiap peserta
didik sebenarnya berbeda. Untuk itu perlu dikembangkan model-model pembelajaran
yang mengakomodasi. Perbedaan potensi dan sekaligus memberikan seluas-luasnya
untuk secara aktif menumbuhkan kreatifitas peserta didik, agar kecerdasannya
berkembang secara optimal dan proposional.
Model pembelajaran aktif menitikberatkan
pada pengembangan afeksi dan perilaku yang didasarkan pada kebutuhan belajar
peserta didik, berdasarkan pengalaman belajar. Karena itu pembelajaran aktif
berpusat pada peserta didik. Salah satu model proses pembelajaran aktif yang
harus dikembangkan adalah portofolio.
1.2
Rumusan Masalah
a.
Bagaimana
model pembelajaran PKn berbasis portofolio?
b.
Metode
apa yang dapat digunakan dalam pembelajaran portofolio?
c.
Bagaimana
langkah-langkah pembelajaran PKn berbasis portofolio?
d.
Apa
kelebihan dan kelemahan dari model pembelajaran portofolio?
1.3
Tujuan
a.
Mengetahui
tentang model pembelajaran PKn berbasis portofolio
b.
Mengetahui
tentang metode apa yang dapat digunakan dalam pembelajaran portofolio
c.
Mengetahui
langkah-langkah pembelajaran PKn berbasis portofolio
d.
Mengetahui
kelebihan dan kelemahan dari model pembelajaran portofolio
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Model Pembelajaran PKn berbasis Portofolio
Model adalah gambaran
informal untuk menjelaskan atau menerapkan teori. Dengan kata lain, model
adalah teori yang lebih disederhanakan. Sedangkan pembelajaran adalah suatu
kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas,
perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan
pembelajaran.
Menurut Joyce dan Weil
(1980) model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan
untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang
bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain.
Fungsi model pembelajaran
di sini sebagai pedoman bagi perancang pangajar dan para guru dalam
melaksanakan pembelajaran. Seperti yang dikemukakan oleh joyce dan weil bahwa
model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai
pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial
untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran seperti buku-buku, film,
komputer, kurikuler dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa setiap model yang
akan di gunakan dalam pembelajaran untuk menentukan perangkat yang dipakai
dalam pembelajaran tersebut.
Untuk memilih model ini
sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan diajarkan, juga dipengaruhi
oleh tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut dan tingkat emampuan
peserta didik. Di samping itu pula, setiap model pembelajaran selalu mempunyai
tahap-tahap (sintaks) yang oleh siswa dengan bimbingan guru. Antara yang satu
dengan sintaks yang lainjuga mempunyai perbedaan. Perbedaan-perbedaan inilah,
terutama yang berlangsungnya di antara pembukaan dan penutupan pembelajaran,
yang harus dipahami oleh guru penutup pembelajaran, agar model-model tersebut
dapat terlaksana dengan berhasil, oleh karena itu, guru perlu menguasai dan
dapat menerapkan berbagai keterampilan mengajar, agar dapat tercapai tujuan
pembelajaran yang berangka ragan dan lingkungan belajar yang menjadi ciri
sekolah pada dewasa ini.
Pendidikan
Kewarganegaraan (Pkn) mempunyai tujuan yaitu partisipasi yang penuh nalar dan
tanggung jawab dalam kehidupaan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai
dan prinsip-prinsip dasar demokrasi.
Portofolio berasal dari
bahasa Inggris “portfolio” yang artinya dokumen atau surat-surat. Dapat juga
diartikan sebagai kumpulan kertas-kertas berharga dari suatu pekerjaan
tertentu. Biasanya portofolio merupakan karya terpilih dari seorang siswa,
tetapi dalam model pembelajaran ini setiap portofolio berisi karya terpilih
dari satu kelas siswa secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif
memilih, membahas, mencari data, mengolah, menganalisa dan mencari pemecahan
terhadap suatu masalah yang dikaji.
Portofolio dalam
pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang
menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik
yang telah diputuskan untuk dikaji mereka,
baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan.
Model pembelajaran PKn
berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan
beberapa metode dan langkah yang digunakan dalam proses politik. Pembelajaran
ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap
kewarganegaraannya dan pemerintahannya dengan cara:
1.
Membekali
pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara
efektif.
2.
Membekali
pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan
efektifitas partisipasi.
3.
Mengembangkan
pemahaman akan pentingnya partisipasi warga negara.
2.2
Metode yang dapat digunakan dalam Pembelajaran Portofolio
1.
Metode
Inkuiri
Penggunaan metode ini
didasarkan atas beberapa pemikiran para ahli dan hasil-hasil penelitian
menunujukkan bahwa pendekatan ini memiliki keunggulan terutama untuk
mengembangkan kemampuan berpikir maupun pengetahuan, sikap, dan nilai pada
peserta didik dibanding dengan pendekatan klasikal atau tradisional.
Prosedur penggunaan model
ini dapat dilakukan guru secara sederhana yaitu dengan memberikan sejumlah
pertanyaan atau pernyataan kepada siswa. Selanjutnya siswa ditugasi untuk
menjawab dengan menggunakan berbagai sumber belajar. Dalam menjawab pertanyaan
maupun pernyataan tersebut siswa perlu mengadakan suatu pencarian sebagai bukti
bahwa jawaban yang mereka berikan adalah benar. Bukti-bukti itulah yang akan
dijadikan sebagai portofolio sebagai yang berisi kumpulan dokumen berupa data
yang diperoleh siswa dari berbagai sumber belajar baik dari buku atau media cetak, elektronik,
maupun bersumber dari manusia.
2.
Metode
E-Learning (Electronic learning)
Kegiatan pembelajaran
melalui perangkat elektronik komputer yang tersambungkan ke internet,
dimana peserta didik berupaya memperoleh
bahan belajar sesuai dengan kebutuhannya. Peserta didik dapat mencari dan
menemukan informasi yang diperlukan dari sedemikian banyak summber informasi
dengan cara efektif dan efisien.
Penerapan metode ini
dapat dilakukan dengan cara memberikan tugas pada siswa untuk mencari informasi
yang berkaitan dengan kompetensi dasar atau topik yang sedang dipeljari atau
dibahas, dan selanjutnya siswa mempresentasikan hasil pencarian tersebut di
kelas. Kumpulan hasil pencarian informasi yang ditemukan siswa itulah
portofolio.
3.
Metode
VCT
VCT (Value Clarivication
Technique) merupakan tehnik atau cara mengungkapkan nilai. Nilai-nilai dimaksud
adalah nilai-nilai yang terdapat dalam suatu pokok bahasan, cerita, nyayian
atau lagu, peristiwa tau kejadian, tempat, perbuatan atau perilaku, dan
sebagainya. Model ini dapat dilaksanakan guru dengan cara:
a.
Siswa
diberi tugas untuk mencari sesuatu yang dapat dianalisa,
seperti cerita hasil reportasi atau
liputan, mengamati secara akuratatau seksama atas kejadian, cerita tidak
selesai dan harus diselesaikan, selanjutnya menganalisis nilai-nilai tersebut.
Hasil analisa dikumpulkan sehingga menjadi portofolio.
b.
Guru
menyiapkan daftar baik-buruk, daftar tingkat urutan, daftar
skala prioritas, daftar gejala
kontinum (yang terus-menberus), daftar penilaian diri sendiri, dan daftar
membaca perkiraan orang lain terhadap diri kita. Siswa diminta untuk menjawab
dalam kertas-kertas yang akhirnya dikumpulkan oleh guru sebagai portofolio
siswa.
2.3
Langkah-langkah pembelajaran PKn
berbasis Portofolio
Dalam pembelajaran PKn berbasis
portofolio, kelas dibagi ke dalam empat kelompok. Setiap kelompok bertanggung
jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. Tugas-tugas setiap kelompok
portofolio adalah sebagai berikut:
1.
Kelompok
portofolio satu: menjelaskan masalah
Kelompok ini bertanggung jawab
menjelaskan masalah yang dipilih sebagai kajian kelas. Selain itu juga harus
menjelaskan beberapa hal yang meliputi alasan mengapa yang disajikan adalah
masalah yang penting untuk dipecahkan dan mengapa badan atau tingkat
pemerintahan tertentu harus menyelesaikan masalah tersebut.
Kelompok portofolio datu
mempersiapkan dua seksi, yaitu seksi penanyangan dan seksi dokumentasi. Hasil
pekerjaan kelompok portofolio satu ditampilkan pada panel pertama. Hasil pekerjaan
kelompok portofolio satu ini harus memuat:
·
Rangkuman
masalah secara tertulis
·
Menyajikan
masalah secara grafis
·
Identifikasi
sumber informasi.
2.
Kelompok
portofolio dua: menilai kebijakan alternatif yang disarankan untuk memecahkan
masalah Kelompok ini bertanggungjawab menjelaskan kebijakan-kebijakan yang
sudah ada dan atau menjelaskan kebijakan-kebijakan alternatif yang dibuat untuk
memecahkan masalah.Hasil kerja kelompok portofolio dua mencakup hal-hal sebagai
berikut:
·
Rangkuman
tertulis tentang kebijakan alternative
·
Menyajikan
kebijakan alternatif secara grafis
·
Mengidentifikasi
sumber informasi
3.
Kelompok
portofolio tiga: mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah. Kelompok
ini bertanggungjawab untuk mengembangkan dan menerangkan dengan tepat suatu
kebijakan tertentu yang disepakati dan didukung oleh seluruh kelas untuk
memecahkan masalah. Hasil kerja kelompok portofolio tiga ini memuat hal-hal
sebagai berikut:
·
Penjelasan
dan jastifikasi tertulis untuk kebijakan yang
diusulkan kelas
·
Menyajikan
kebijakan publik secara grafis
·
Identifikasi
sumber informasi
4.
Kelompok
portofolio empat: membuat rencana tindakan. Kelompok ini bertanggungjawab
membuat rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana cara warga negara dapat
mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas.
Hal-hal yang harus termuat dalam hasil kerja kelompok portofolio empat adalah
sebagai berikut:
·
Penjelasan
tertulis bagaimana kelas dapat menumbuhkan
dukungan pada individu atau kelompok
dalam masyrakat terhadap rencana tindkan yang diusulkan.
·
Penjalasan
tertulis bagaimana kelas dapat menumbuhkan
dukungan dari pemerintah
terhadap rencana tindakan yang diusulkan.
·
Menyajikan
rencana tindakan secara grafis.
·
Identifikasi
sumber informasi.
Karya keempat kelompok
akan diutamakan pada portofolio kelas. Karya tersebut memiliki dua seksi, yaitu
:
·
Seksi
penayangan. Hasil karya (hasil penelitian dan pengumpulan informasi)
masing-masing dari keempat kelompok ditempelkan pada satu bidang panel dari
papan tayangan empat panel. Tayangan ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat
diletakkan di atas meja, papan buletin. Bahan-bahan yang ditayangkan meliputi
pernyataan-pernyataan tertulis, daftar sumber, peta, grafik, foto, karya seni
asli, dan sebagainya.
·
Seksi
dokumentasi. Keempat kelompok harus memilih bahan-bahan yang terkumpul,
bahan-bahan terbaik yang mendokumentasikan atau memberi bukti penelitiannya.
Bahan-bahan yang dipilih harus mewakili contoh-contoh penelitian terpenting
dan/atau paling bermakna yang telah dikerjakan siswa. Tidak semua penelitian
harus dimasukkan. Bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam sebuah map jepit. Gunakan
pemisah berwarna beda untuk memisahkan keempat seksi dokumentasi dari keempat
kelompok portofolio tersebut. Siapkan daftar isi untuk setiap seksi.
2.4
Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Portofolio
1)
Kelebihan
:
a.
Dapat
menutupi proses kekurangan proses pembelajaran. Seperti keterampilan memecahkan
masalah, mengemukakan pendapat, berdebat, menggunakan berbagai sumber
informasi, mengumpulkan data, membuat laporan dan sebagainya.
b.
Mendorong
adanya kolaborasi (komunikasi dan hubungan) antra siswa dan antara siswa dan
guru.
c.
Memungkinkan
guru mengakses kemampuan siswa membuat atau menyusun laporan, menulis dan
menghasilkan berbagai tugas akademik
d.
Meningkatkan
dan mengembangkan wawasan siswa mengenai isu atau masalah kemasyarakatan atau
lingkungan nya.
e.
Mendidik
siswa memiliki kemampuan merefleksi pengalaman belajarnya, sehingga siswa
termotivasi untuk belajar lebih baik dari yang sudah mereka lakukan
f.
Pengalaman
belajar yang tersimpan dalam memorinya akan lebih tahan lama karena sudah
melakukan serangkaian proses belajar dari mengetahui, memahami diri sendiri,
melakukan aktifitas dan belajar bekerjasama dengan rekan-rekan dalam
kebersamaan.
2)
Kelemahan
:
a.
Membutuhkan
waktu yang relatif lama
b.
Memerlukan
ketekunan, kesabaran dan keterampilan guru
c.
Memerlukan
adanya jaringan komunikasi yang erat antara siswa, guru, sekolah.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Portofolio adalah suatu
model pembelajaran yang menuntut siswa untuk mengkaji lebih dalam tentang suatu
materi pembelajaran sekaligus terjun ke lapangan guna mengamati fenomena yang
ada dimasyarakat dan kemudian menarik suatu kesimpulan yang kemudian di
dokumentasikan melalui tulisan. Tulisan itulah portofolio.
Model
pembelajaran PKn berbasis portofolio
Model pembelajaran PKn
berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan
beberapa metode dan langkah yang digunakan dalam proses politik. Pembelajaran
ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap
kewarganegaraannya dan pemerintahannya.
DAFTAR PUSTAKA
Rabu, 25 Oktober 2017
Model ASSURE Dalam Perencanaan Pembelajaran / Dr. Dirgantara Wicaksono M.Pd.
A.S.S.U.R.E
Model ini dicetuskan oleh Heinich,dkk sejak tahun 1980-an dan
terus dikembangkan oleh Smaldino, dkk hingga sekarang. Model ini merupakan
singkatan yang terdiri atas istilah:
A = Analize learner (menganalisis peserta didik)
Sebelum melaksakan proses pembelajaran kita sebagai pengajar
harus mengetahui karakteristik atau siapa yang akan kita ajarkan agar metode,
media dan bahan ajar yang kita gunakan sesuai dengan kebutuhan si pebelajar.
S = State objectives (merumuskan tujuan pembelajaran)
Untuk melakukan sesuatu hal agar nantinya dapat berjalan
dengan lancar maka hal yang perlu kita lakukan adalah membuat suatu tujuan
begitu pula dalam proses pembelajaran maka tujuan harus ditetapkan terlebih
dahulu agar proses pembelajaran dapat lebih terarah.
S = Select methods, media, material (memilih metode, media
dan bahan ajar)
Agar proses pembelajaran dapat lebih efektif maka kita harus
bisa memilih metode, media dan bahan ajar yang tepat sesuai dengan kebutuhan si
pebelajar dan tujuan yang hendak dicapai. Disini kecermatan dalam memilih
sangat dibutuhkan agar proses pembelajaran tidak sia-sia dan mendapatkan hasil
yang maksimal.
U= Utilize media and materials (memanfaatkan media dan bahan
ajar)
Sebagai pengajar maka kita dituntut untuk mampu memanfaatkan
media dan bahan ajar seefektif dan semaksimal mungkin.
R= Require learner participation (mengembangkan peran
peserta didik)
Disini kita sebagai pengajar dituntut untuk lebih trampil
sebagai upaya untuk mengembangkan peran peserta didik agar lebih aktif dalam
kegiatan KBM.
E= Evaluate and revise (menilai dan memperbaiki)
Setelah melakukan KBM maka hal yang perlu dilakukan adalah
memberikan penilaian utuk mengukur tingkat pemahaman atas materi yang baru saja
diberikan dan setelah itu menilai seluruh komponen yang ada dalam KBM tadi utuk
mengetahui sejauh mana ke efektivitasnya dan dapat dijadikan masukan bagi
perbaikan penyelenggraan KBM selanjutnya.
Model ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
1. Modelnya relatif sederhana, mudah diterapkan maupun
dikembangkan oleh tiap-tiap pengajar
2. Dalam medisain pembelajaran model ini dapat dilakukan
dengan waktu yang relatif singkat.
3. Komponen yang ada lengkap dalam menunjang pelaksanaan
KBM.
4. Peserta didik dapat turut aktif
Selain kelebihan, model ini juga memiliki keterbatasan,
yaitu:
1. Tidak didukung oleh komponen suprasisitem oleh karena itu
dampak lain terhadap proses belajar tidak dapat diukur.
2. Untuk mengembangkan peran serta peserta didik perlu
adanya upaya khusus yang dilakukan.
3. Adanya penambahan tugas dari seorang pengajar.
Model ini cocok digunakan dalam medisain proses pembelajaran
disekolah-sekolah baik formal maupun informal.
Nama Sekolah :
Kelas / Semester : 2 / 2
Tema : Lingkungan
Waktu : 4 minggu
Standar Kompetensi
B. Indonesia
Berbicara
- Mengungkapkan secara lisan beberapa informasi dengan mendeskripsikan benda dan bercerita.
- Menulis
- Menulis permulan dengan mendeskripsikan benda di sekitar dan menyalin puisi anak.
Matematika
- Bilangan : melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka.
- Geometri : mengenal unsure bangun datar sederhana.
IPA
- Mengenal berbagai sumber energi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan kegunaannya.
- Memahami peristiwa alam dan pengaruh matahari dalam kehidupan sehari-hari
IPS
- Memahami kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga.
SBK
- Mengenal, mengingat dan mengekpresikan unsure rupa dan perpaduannya melalui kepekaan indrawi ke dalam karya seni rupa.
- Mengenal, menanggapi dan mengekpresikan unsure musik dan perpaduannya melalui kepekaan indrawi ke dalam karya musik.
- Memahami nilai berkarya dan menyajikan proses pembuatan model benda yang terapung.
Kompetensi Dasar
B.
Indonesia
·
Mendeskripsikan
tumbuhan atau binatang di sekitar sesuai ciri-cirinya dengan menggunakan
kalimat yang mudah di pahami orang lain.
·
Menceritakan
kembali cerita anak yang didengarkan dengan menggunakan kata-kata sendiri
·
Mendeskripsikan
tumbuhan atau binatang di sekitar secara sederhana dengan bahasa tulis.
·
Menyalin
puisi anak dengan huruf tegak bersambung yang rapi.
Matematika
·
Melakukan
perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka.
·
Melakukan
pembagian dua angka / bilangan dua angka.
·
Melakukan
operasi bilangan campuran.
·
Mengelompokkan
bangun datar.
·
Mengenal
sudut bangun datar.
IPA
·
Mengidentifikasi
sumber-sumber energi panas, listrik, cahaya dan bunyi yang ada di lingkungan
sekitar.
·
Mengidentifikasi
jenis energi yang paling sering digunakan di lingkungan sekitar dan cara
menghematnya.
·
Mengidentifikasi
kenampakan matahari pada pagi, siang dan sore hari.
·
Mendeskripsikan
kegunaan panas dan cahaya matahari dalam
kehidupan sehari-hari.
IPS
·
Menceritakan
pengalaman dalam melaksanakan peran dalam anggota keluarga.
·
Memberi
contoh bentuk kerjasama di
lingkungan tetangga.
SBK
·
Mengekpresikan
diri dengan berekplorasi gagasan imajinatif dalam berkarya seni rupa.
·
Mengekpresikan
diri dengan penampilan musik.
·
Berkreasi
dengan cat warna.
Tujuan Pembelajaran**
B.
Indonesia
·
Siswa
dapat menirukan gerak dan suara binatang.
·
Siswa
dapat menjelaskan cirri binatang secara rinci sehingga dapat mendeskripsikannya
dengan teman.
·
Siswa
dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan cerita.
·
Siswa
dapat menuliskan yang didiktekan guru.
·
Siswa dapat melengkapi cerita
tentang data keluarga.
·
Siswa
dapat menulis dengan baik dan benar serta penggunaan hurup kapital dan tanda
baca dengan tepat.
·
Siswa
dapat membuat karangan sederhana dengan bantuan gambar yang tersedia.
Matematika
·
Siswa
dapat mengingat pakta perkalian dengan berbagai cara mulai dari penjumlahan
berulang.
·
Siswa
dapat mengingat pakta pembagian dengan berbagai cara.
·
Siswa
dapat menghitung secara cepat perkalian dan pembagian
·
Siswa
dapat mengelompokkan bangun datar menurut bentuknya.
·
Siswa
dapat menentukan, menggambar bangun
datar dengan titik sudut, garis, sisi.
IPA
·
Siswa dapat mencari sumber bunyi
alat yang menghasilkan bunyi, sumber energi yang menghasilkan panas,
sumber energi yang menghasilkan cahaya.
·
Siswa
dapat memberi alasan yang tepat tentang penggunaan jenis energi
·
Siswa dapat menjelaskan
kedudukan matahari pada pagi, siang dan sore hari.
·
Siswa dapat menjelaskan
perbedaan panas matahari pada pagi, siang dan sore hari serta menjelaskan
adanya hubungan antara kedudukan matahari dengan baying-bayang.
IPS
·
Siswa
dapat mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan keluarga.
·
Siswa dapat memperagakan peran
tentang diri sendiri serta keluarga.
·
Siswa
dapat menceritakan keadaan lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah.
·
Siswa
dapat memberikan contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan serta dapat
menceritakannya dalam pengalaman membersihkan lingkungan di sekitar rumah.
SBK
·
Siswa
dapat membuat karya gambar cetak ekpresi.
·
Siswa dapat memainkan alat
musik ritmis.
·
Siswa
dapat menjelaskan cara pembuatan cat
warna dari bahan alam serta mendemontrasikannya.
v
Karakter
siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery
)
Materi ajar (materi pokok)
- Mendeskripsikan cirri tumbuhan dan hewan.
- Cara penulisan huruf kapital yang sesuai/benar.
- Mendeklamasikan puisi.
- Perkalian dan pembagian.
- Bangun datar dan unsure bangun datar.
- Sumber panas dan energi serta kegunaannya.
- Menceritakan pengalaman.
- Lingkungan alam dan buatan.
- Membuat gambar cetak tinggi, seni musik, pembuatan cat warna dari bahan alam dan buatan.
Metoda pembelajaran
- Demontrasi, latihan, ceramah, pemberian tugas, tanya jawab.
Langkah-langkah
A. Kegiatan awal
Apresepsi/
Motivasi :
merapikan siswa, berbaris dan berdo,a, mengatur
tempat duduk, mengabsen.
tes awal pelajaran.
B. Kegiatan inti
Minggu ke I
Pertemuan pertama (B. Indonesia,
Matematika, IPS). 3 x 35’.
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Dengan
penjelasan guru diharapkan siswa dapat menjelaskan cirri tumbuhan dan binatang
secara lisan dan dituangkan dalam tulisan.
F Mengingat fakta perkalian dengan penjumlahan berulang.
F Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dengan bercerita.
Pertemuan kedua (B. Indonesia, Matematika). 4 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Dengan
penjelasan tentang suara dan gerakan binatang siswa dapat menirukannya dengan
riang dan gembira.
F Menjelaskan perkalian dengan penjumlahan berulang.
Pertemuan ketiga (B. Indonesia, Matematika, IPA). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F Mengungkapkan cirri tumbuhan dan hewan serta tempat hidupnya
melalui bacaan atau cerita yang tersedia.
F Mengerjakan hitung perkalian dengan penjumlahan berulang.
F Melalui penjelasan guru diharapkan siswa mengerti
dan paham serta dapat menyebutkan sumber bunyi, energi yang sering digunakan,
sumber energi di lingkungan
sekitar.
Pertemuan keempat (SBK, B. Indonesia, Matematika). 4 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Menjelaskan
unsure cetak gambar / cetak tinggi.
F
Membaca dengan
intonasi yang benar dengan kecepatan, tentang cerita binatang.
F
Menjawab
pertanyaan sesuai isi cerita.
F
Mendemontrasikan hitung perkalian 1 dan 2
.
Pertemuan kelima (Matematika, B. Indonesia). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Menirukan
suara binatang dan gerakannya kemudian dituangkan ke dalam tulisan tegak
bersambung dan tidak lupa penggunaan huruf kapital.
F
Mendemontrasikan hitung perkalian 1 – 3.
Pertemuan keenam (Matematika, B. Indonesia). 2 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Mengerjakan
perkalian dengan penjumlahan berulang dari perkalian satu sampai tiga.
F
Menyusun kalimat sederhana.
Minggu ke 2
Pertemuan pertama (Matematika, B. Indonesia). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Mengerjakan
hitung perkalian dengan penjumlahan berulang dari perkalian satu sampai lima.
F Membaca sebuah cerita dengan pelafalan dan intonasi yang benar secara seksama.
Pertemuan kedua (IPS, Matematika, B. Indonesia). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Memperagakan
peran tentang diri sendiri sebagai makhluk social yang memerlukan lingkungan
sekitarnya.
F
Melalui
penjelasan guru diharapkan siswa mampu mengungkapkan dan hafal hitung
perkalian.
F Menjawab pertanyaan yang sesuai dengan isi cerita yang dibacanya.
Pertemuan ketiga (IPA, B. Indonesia, Matematika). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Melalui
penjelasan guru tentang kegunaan energi, baik itu energi bunyi, panas dan
energi listrik diharapkan siswa dapat mengungkapkan alasan yang tepat tentang
penggunaan energi tersebut.
F
Menuliskan
yang didiktekan guru dengan tulisan tegak bersambung yang baik dan benar.
F Melalui penjelasan tentang pembagian diharapkan
akan lebih memahami tekhnik pembagian dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan keempat (B. Indonesia, Matematika). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Membaca dan
menjawab pertanyaan dari isi cerita kemudain dituangkan kedalam tulisan dengan
bentuk karangan pendek.
F Mengerjakan hitung pembagian dengan pengurangan berulang sampai nol.
Pertemuan Kelima (Matematika B. Indonesia) 2 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Mengerjakan
hitung pembagian satu sampai 5
F
Menyusun kalimat sederhana.
Pertemuan keenam (B. Indonesia, SBK) 4x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Membaca
kalimat bersuara nyaring dengan intonasi yang benar kemudain di tulis dengan
menggunakan huruf sambung dan penerapan penggunaan huruf besar dan tanda baca.
F
Membuat karya
gambar cetak ekspresi dengan berbagai motif imajinatif dari bahan alam.
Minggu ke 3
Pertemuan pertama (Matematika, B. Indonesia) 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Mengerjakan
hitung pembagian dan penerapannya dalam kegiatan sehari-hari.
F Melalui penjelasan guru diharapkan siswa dapat membaca
cerita dengan bantuan gambar.
Pertemuan kedua (Matematika, B. Indonesia, IPS). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Pengerjaan
hitung campuran perkalian dan pembagian.
F
Melengkapi
cerita tentang data keluarga ditulis menggunakan huruf kapital dan tanda baca
yang benar.
F Dari penjelasan guru, diharapkan siswa dapat menyebutkan
perbedaan lingkungan alam dan buatan di sekitar lingkungan rumah.
Pertemuan
ketiga (IPA, B. Indonesia, Matematika). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Guru
menjelaskan energi yang sering digunakan sehari-hari serta memberi alasan
penggunaan jenis energi listrik.
F
Siswa membaca
dengan bersuara tentang membersihkan halaman serta mengajukan dan menjawab pertanyaan sesuai dengan isi bacaan.
F Melalui penjelasan guru tentang pembagian
sampai 50
Pertemuan
keempat (B. Indonesia, Matematika). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Meringkas
bacaan, melengkapi kalimat yang telah disediakan guru.
F
Pembagian sebagai kebalikan perkalian
F
Siswa mengerjakan soal cerita
tentang perkalian dan pembagian.
Pertemuan
kelima (Matematika, B. Indonesia). 2 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Guru menjelaskan bangun datar, siswa mengelompokkan
bangun datar menurut bentuknya
F
Siswa
mengurutkan bangun datar menurut ukurannya.
F Menulis kalimat yang didiktekan guru.
Pertemuan
keenam (B. Indonesia, SBK). 4 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Guru menugaskan siswa untuk menyusun sebuah karangan
sdengan bentuk puisi.
F
Siswa
mendeklamasikan puisi tersebut di depan kelas.
F
Dengan
penjelasan guru tentang cara pembuatan cat warna dan bahan alami.
F
Siswa
mendemontrasikannya pembuatan cat warna.
Minggu
ke 4
Pertemuan pertama
(Matematika). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Guru menjelaskan tentang sudut dan bangun datar
F
Siswa
menyimak penjelasan guru.
F
Siswa
menyebutkan unsur-unsur bangun datar.
F
Siswa
menggambarkan jenis-jenis bangun datar.
Pertemuan kedua (B.
Indonesia, Matematika, IPS). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Guru menugaskan siswa untuk membuat karangan pendek.
F
Siswa membuat
karangan pendek dengan melanjutkan sebuah cerita yang sudah disediakan.
F
Siswa
melanjutkan materi berikutnya yaitu menggambar dan membuat bangun datar dengan
ukuran tertentu.
F Siswa menceritakan pengalaman membersihkan
lingkungan di sekitar baik di rumah maupun di sekolah secara lisan ataupun tulisan.
Pertemuan ketiga
(Matematika). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Guru menugaskan siswa untuk melanjutkan materi
berikutnya.
F
Siswa
melaksanankan tugas yang diberikan guru yaitu membuat bidang datar dengan
ukuran yang ditentukan guru dengan menggunakan alat bantu.
F Siswa menyebutkan benda yang termasuk banmgun datar di sekitar
kelas.
Pertemuan keempat (B. Indonesia, IPS). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Guru
menugaskan siswa untuk membuat kalimat berdasarkan gambar.
F
Siswa membuat
kalimat berdasarkan gambar.
F
Siswa
menyalin kalimat dari huruf cetak ke huruf tegak bersambung.
F
Guru
menugaskan siswa untuk mencari gambar yang berhubungan dengan lingkungan alam
dan buatan dari berbagai media cetak untuk dibuat kliping.
F
Pertemuan
kelima (IPA). 2 x 35’
F
Guru mengulas
materi yang telah disampaikan dan menyampaikan materi berikutnya.
F
Siswa dibawa
guru ke luar kelas untuk merasakan lanmgsung pengaruh panas dan cahaya matahari
terhadap makhluk hidup.
F
Siswa membuat
laporan apa yang di rasakannya.
Pertemuan keenam (SBK). 2 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam
kegiatan eksplorasi, guru:
F
Guru menjelaskan cara penggunaan cat warna yang terbuat
dari bahan alam atau buatan.
F
Siswa mencoba
membuat cetakan sederhana dengan menggunakan cat warna yang telah dibuat dari
bahan alam atau buatan.
F
Siswa dapat
membandingkan kualitas cat warna yang dibuat dari bahan alam dan bahan buatan.
§
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F
membiasakan
peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu
yang bermakna;
F
memfasilitasi
peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
F
memberi
kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak
tanpa rasa takut;
F
memfasilitasi
peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
F
memfasilitasi
peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
F
memfasilitasi
peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis, secara individual maupun kelompok;
§
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F
Guru bertanya
jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F
Guru bersama
siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
C. Kegiatan akhir
Dalam
kegiatan akhir, guru:
F
Mengadakan
tanyajawab sekitar materi yang telah disampaikan.
F
Memberikan
penilaian hasil kerja siswa baik secara tertulis, lisan maupun perbuatan yang
telah dilakukan siswa.
F
Memberikan
tugas atau PR
Alat dan sumber :
F
Buku paket
F
Alat peraga
F
Media cetak
F
Media
elektronik
F
Lingkungan
sekitar
F
Kreatifitas
guru
Penilaian
Penilaian
dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran
|
Indikator Pencapaian
Kompetensi
|
Penilaian
|
||
|
Teknik
|
Bentuk
Instrumen
|
Contoh
Instrumen
|
|
|
B. Indonesia
·
Menirukan gerak dan suara
binatang tertentu.
·
Menjelaskan cirri-ciri
tumbuhan dan binatang secara rinci baik itu nama-nama cirri khasnya,
suaranya, tempat hidupnya, dengan pilihan kata runtut.
·
Mendeskripsikan cirri-ciri
benda, tumbuhan oleh seorang teman dan teman lainnya menebaknya.
·
Menjawab pertanyaan tentang
isi cerita.
·
Menceritakan kembali cerita
yang didengar menggunakan kata-kata sendiri.
·
Menuliskan kalimat yang
didiktekan guru dengan kata yang berhubungan dengan tumbuhan dan binatang.
·
Melengkapi cerita tentang
data keluarga dengan kata yang tepat.
·
Menulis nama orang tua,
pekerjaan dan nama anggota keluarga dengan menggunakan huruf kapital dan
tanda baca.
·
Menyalin kalimat cetak
menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat.
·
Menulis karangan dengan melanjutkan sebuah cerita yang
sudah disediakan.
·
Menulis karangan sederhana
tentang kesukaan / ketidak sukaan dengan tulisan yang rapi dan kecepatan
tertentu.
Matematika
·
Mengingat pakta perkalian
sampai 50 dengan berbagai cara.
·
Mengingat pakta pembagian
sampai 50 dengan berbagai cara.
·
Menghitung secara cepat
perkalian dan pembagian bilangan sampai 50.mengelompokkan bilangan datar, menurut
bentuknya.
·
Menggunakan bangun datar
menurut ukurannya.
·
Menentukan unsure bangun
datar yaitu titik sudut, garis, sisi.
·
Menentukan unsure-unsur
bangun datar yaitu sudut.
·
Menggambar dan membuat bangun
persegi, segitiga, segi empat, persegi panjang dengan menunjukkan sudut.
IPA
·
Mencari sumber panas, bunyi
dan cahaya melalui alat rumah tangga.
·
Mencari contoh alat rumah
tangga yang menggunakan energi.
·
Memberi contoh jenis energi
yang sering digunakan sehari-hari.
·
Memberi alasan penggunaan
jenis energi listrik.
·
Menceritakan kedudukan
matahari pagi, siang dan sore hari.
·
Membedakan panas matahari
pada pagi, siang dan sore hari.
·
Menceritakan adanya hubungan
antara kedudukan matahari dengan baying-bayang yang terbentuk.
·
Menjelaskan kegunaan panas
dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
IPS
·
Mengungkapkan pengalaman diri
sendiri dan keluarga.
·
Memperagakan peran tentang
diri sendiri.
·
Menceritakan keadaan
lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah.
·
Memberikan contoh cara
memelihara dan menjaga lingkungan alam di sekitar kita.
·
Menceritakan pengalaman
membersihkan lingkungan di sekitar rumah.
SBK
·
Membuat
karya gambar cetak ekpresi dengan berbagai motif imajinatif.
·
Memnuat karya gambar cetak
ekpresi dengan berbagai cetakan dari bahan alam.
·
Memainkan alat musik ritmis
dengan cara yang benar.
·
Mengatur
komposisi ukuran bahan dan alat pembuatan cat warna dan bahan
alam.
·
Mendemontrasikan
cara pembuatan cat warna dari bahan alam dan buatan.
|
tertulis, lisan, perbuatan
|
isian,essay, skala sikap, portofolio
|
B. Indonesia
·
Bagaimana cara Menirukan
gerak dan suara binatang tertentu.
·
Jelaskan cirri-ciri tumbuhan
dan binatang secara rinci baik itu nama-nama cirri khasnya, suaranya, tempat
hidupnya, dengan pilihan kata runtut.
·
Jelaskanlah cirri-ciri benda,
tumbuhan oleh seorang teman dan teman lainnya menebaknya.
·
Jelaskanlah pertanyaan
tentang isi cerita.
·
Ceritakan kembali cerita yang
didengar menggunakan kata-kata sendiri.
·
Tuliskan kalimat yang
didiktekan guru dengan kata yang berhubungan dengan tumbuhan dan binatang.
·
Jelaskanlah cerita tentang
data keluarga dengan kata yang tepat.
·
Tuliskanlah nama orang tua,
pekerjaan dan nama anggota keluarga dengan menggunakan huruf kapital dan
tanda baca.
·
Salinkanlah kalimat cetak
menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat.
·
Tuliskanlah karangan dengan melanjutkan sebuah cerita yang
sudah disediakan.
·
Tuliskanlah karangan
sederhana tentang kesukaan / ketidak sukaan dengan tulisan yang rapi dan
kecepatan tertentu.
Matematika
·
Jelaskanlah pakta perkalian
sampai 50 dengan berbagai cara.
·
Jelaskanlah pakta pembagian
sampai 50 dengan berbagai cara.
·
Hitungkanlah secara cepat
perkalian dan pembagian bilangan sampai 50.mengelompokkan bilangan datar,
menurut bentuknya.
·
Hitungkanlah bangun datar
menurut ukurannya.
·
Tentukanlah unsure bangun
datar yaitu titik sudut, garis, sisi.
·
Tentukan unsure-unsur bangun
datar yaitu sudut.
·
Bagaimana cara Menggambar dan
membuat bangun persegi, segitiga, segi empat, persegi panjang dengan menunjukkan sudut.
IPA
·
Sebutkanlah sumber panas,
bunyi dan cahaya melalui alat rumah tangga.
·
Sebutkanlah contoh alat rumah
tangga yang menggunakan energi.
·
Sebutkanlah contoh jenis
energi yang sering digunakan sehari-hari.
·
Jelaskanlah alasan penggunaan
jenis energi listrik.
·
Ceritakan kedudukan matahari
pagi, siang dan sore hari.
·
Bedakan panas matahari pada
pagi, siang dan sore hari.
·
Ceritakan adanya hubungan
antara kedudukan matahari dengan baying-bayang yang terbentuk.
·
Jelaskan kegunaan panas dan
cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.
IPS
·
Ceritakan pengalaman diri
sendiri dan keluarga.
·
Peragakan peran tentang diri
sendiri.
·
Ceritakan keadaan lingkungan
alam dan buatan di sekitar rumah.
·
Sebutkanlah contoh cara
memelihara dan menjaga lingkungan alam di sekitar kita.
·
Ceritakan pengalaman
membersihkan lingkungan di sekitar rumah.
SBK
·
Jelaskanlah
karya gambar cetak ekpresi dengan berbagai motif imajinatif.
·
Jelaskanlah
karya gambar cetak ekpresi dengan berbagai cetakan
dari bahan alam.
·
Jelaskanlah
cara memainkan
alat musik ritmis dengan cara yang benar.
·
Jelaskanlah
cara mengatur komposisi ukuran bahan dan alat pembuatan cat warna dan bahan
alam.
·
Jelaskanlah
cara pembuatan cat warna dari bahan alam dan buatan.
|
Kriteria
Penilaian
1. Produk ( hasil
diskusi )
|
No.
|
Aspek
|
Kriteria
|
Skor
|
|
1.
|
Konsep
|
*
semua benar
*
sebagian besar benar
*
sebagian kecil benar
* semua salah
|
4
3
2
1
|
2. Performansi
|
No.
|
Aspek
|
Kriteria
|
Skor
|
|
1.
2.
|
Kerjasama
Partisipasi
|
* bekerjasama
* kadang-kadang kerjasama
* tidak bekerjasama
* aktif berpartisipasi
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif
|
4
2
1
4
2
1
|
3. Lembar Penilaian
|
No
|
Nama
Siswa
|
Performan
|
Produk
|
Jumlah
Skor
|
Nilai
|
|
|
Kerjasama
|
Partisipasi
|
|||||
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
|
|
|
|
|
|
|
CATATAN :
Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal
) X 10.
N
Langganan:
Komentar (Atom)
