Senin, 06 Agustus 2018

Kemah bersama pgsd fip umj

 
                     
   Pagi itu saya bangung pukul 04.30 wib, saya mandi dan melaksanakan shalat subuh dan setelah itu saya membereskan tempat tidur lalu saya cek kembali barang bawaan karna takut ada yang tertinggal, tepat pukul 05.30 wib saya berangkat menuju STIE Ahmad Dahlan karna berkumpul disana, saya tiba jam 06.00 wib dan aku langsung bergabung bersama teman- teman.
  Mobil teronton pun datang dan saya bersama teman-teman mencari nama kelompok dan ketika dapat saya dan teman- teman saling bahu membahu untuk memasukan barang bawaan kedalam teronton, dan gak lama kemudian semua mobil terontonpun berjalan menuju cibodas. Diperjalanan saya bersama teman-teman bercanda dan mengobrol pokoknya seru deh, setibanya saya di cibodas saya berkumpul dengan kelompok saya dan langsung menuju tempat kemah, dan disitu lah saya mulai lelah dan semua teman kelompok saya pun berhenti karena cape jalan menuju kemahan itu naik turun naik nyebrang sungai naik lagi dan kenapa terasa sangat lelah karena berat badan dan barang bawaan.
   Setibanya saya di tenda saya langsung merapihkan tikar yang di bawa oleh kelompok saya dan saling bahu untuk merapihkan barang bawaan, setelah itu istirahat terlebih dahulu baru ada pemberitahuan akan shalat tapi di jamak, setelah itu langsung berkumpul kebarisan dan upacara di mulai setelah upacara lalu di lanjut dengan materi setelah selesai materi istirahat karena memasuki waktu magrib dan shalatpun di kodo setelah selasai itu malamnya pukul 20.00 wib lanjut lagi untuk materi selasai sampai 22.00 wib lalu saya bersama teman- teman menuju tenda dan tidur.
   Keesokan paginya baris bersama kelompok jam 08.00 wib untuk materi sampai jam 10.00 wib dan lanjut materi lagi sampai jam 12.00 wib tetapi materi selesai sama jam 13.00 wib setelah itu saya bersama teman-teman bergegas untuk sholat abis itu ada pemberitahuan lagi bakal ada praktek untuk tali temali dan hanya di wakili 3 orang dari setiap kelompoknya dan saya tidak itu karana kepala saya pusing dan akhirnya saya di temani oleh fany untuk beristirahat dulu selesai itu melaksanakan shalat dan tepat pukul 20.00 wib untuk pentas seni dan api unggun sampai jam 22.00 wib.
   Keesokan paginya pukul 08.00 wib setiap kelompok berbaris untuk melakukan jelajah hutan dan berhenti di setiap posnya dan bagi saya itu seru banget pas di pos 5 karna di situ merayap di sungai dan airnya itu dingin banget dan itu seru banget pokoknya, setelah selesai setiap kelompok pun berbaris untuk di lantik karna telah mengikuti pelatihan jaya melati satu setelah itu saya bersama teman- teman segera ambil makan siang dan mandi, dan upacara penutuppun dimulai setelah selesai upacara saya dan teman- teman bercada gurau sambil menunggu datangnya mobil teronton tidak lama lalu saya bersama teman-teman segera menuju mobil teronton dan saling bahu membahu untuk memasukan barang-barang, dan tiba di STIE Ahmad Dahlan 17.30 wib 

Sabtu, 25 November 2017

Dr. Dirgantara Wicakso. M.Pd jawaban uts

1. Apa yang anda ketahui tentang multikultural dan implementasinya di SD?
    Jawab:
    Pendidikan Multikultural adalah merupakan suatu wacana yang lintas batas, yang terkait   
    dengan masalah-masalah keadilan sosial, Demokrasi dan Hak asasi manusia tulus dan Toleran 
    terhadap keanekaragaman budaya yang hidup ditengah-tengah masyarakat plural atau  
    pendidikan multikultural adalah suatu pendekatan progresif untuk melakukan transformasi 
    pendidikan yang secara menyeluruh membongkar kekurangan, kegagalan dan praktik-praktik  
    diskriminatif dalam proses pendidikan.
    Implementasi pendekatan multikultural pkn dalam pendidikan Pkn SD beberapa poin penting
    yang  harus dilakukan dalam mempormulasikan pendidikan multikultural dalam Pkn yang bersifat
    mudah dan efektif yaitu :
    1) Guru harus merencanakan strategi pemeblajaran yang akan dipakai dalam kelas. jika yang 
    dipakai adalah model p[emeblajaran kooperatif, maka strategi ini digunakan untuk menandai        
    adanya perkembangan kemampuan siswa dalam belajar besama-sama mensosialisasikan konsep,  
    dan nilai budaya lokal daerahny dalam komunitasnya belajar bersama teman.
    2) Pembelajaran multikultural yang dilaksanakan dikelas oleh siswa bisa dimulai dari  
    hal/perbuatan  yang kecil namun penuih makna. Siswa dan guru bisa memulainya bersama
    dengan melakukan tindakan nyata dikelas yang menunjukan keterampilan multikultural.
    Maksudnya adalah sikap yang ditunjukkan karena kesadaran kultural kemudian
    di implementasikan dalam suatu tindakan dalam format kemajemukan.

2. Jelaskan secara heoristik kajian pendekatan tematik pengembangan tematik di SD!
    Jawab:
    Pendekatan tematik merupakan suatu pendekatan yang berorientasi pada praktik. Pembelajaran 
    yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Pembelajaran ini berangkat dari teori
    pembelajaran yang menolak proses latihan atau hafalan sebagai dasar pembentukan pengetahuan  
   dan struktur intelektual anak. Dalam pelaksanaan pembelajaran PKn melalui pendekatan tematiuk
   antara lain sebagai berikut:
   1) Rancangan pembelajaran, dalam tahap ini guru PKn menyiapkan media pembelajatan temkatik
   yang berupa gambar-gambar yang berhubungan dengan tema yang akan di ajarkan pada siswa.
   Setelah itu, guru membuat RPP Pembelajaran PKn.
   2) Pelaksanaan pembelajaran guru harus lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran. Hal ini
   dikarenakan pengalaman guru sangat penting dalam pengolaan pembelajaran.

3. Bagaimana mengembangkan pembelajaran PKn dengan model CTL?
    Jawab:
    Dalam proses pembelajaran PKn di kelas 5 SD khususnya pada materi nilai-nilai juang dalam  
    proses perumusan pancasila sebagai dasar nega guru harus mengubah cara pandangnya dalam
    pembelajaran PKn yang meliputi:
   1) Peran guru dalam pengelolaan kelas.
   2) Pemahaman perkembangan karakteristik siswa.
   3) Peran siswa dalam proses pembelajaran.
   4) Pemilihan alat peraga atau media dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang 
       dipelajari siswa.
   5) Guru dituntut untuk lebih kreatif dalam mendesain pembelajaran.

4. Apakah pentingnya portofolio dalam pembelajaran PKn SD?
    Jawab:
    portofolio dalam pembelajaran pkn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik  
    yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenan dengan suatu isu kebijakan publikyang    
    telah diputuskan untuk di kaji mereka, baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruha.
    model pembelajaran pkn berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik 
    mereka dengan bebebrapa metode dan langkah yang gunakan dalam proses politik pembelajaran
    ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan
    pemerintahannya dengan cara:
    1. membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisifasi secara efektif
    2. membekali pengalam praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan  
        efektifitas  partisipasian itu
    3. mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisifasi warganegara.

5. Berikan analisis sodara mengenai kenapa pentingnya mengembakan pembelajaran pkn di sd
    Jawab:
    Menurut saya, mengembangkan pembelajar pkn sd itu penting, karena seiring perkembangan 
    zaman yang semakin maju dan modern ini pembelajaran pun harus ikut berkembang mengikuti
    zaman dan menyesuaikan dengan kebutuhan siswa pada saat ini dan pada masa yang akan datang.,

Rabu, 15 November 2017

Dr. Dirgantara Wicaksono M.Pd



 

Pengembangan Pembelajaran Portofolio dalam PKn SD
Disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Pengembangan Pembelajaran PKn SD
Dosen: Dr. Dirgantara Wicaksono. M.Pd
Oleh :
Ferina Rahmania         (2015820029)
Amalia Saleha             (2015820035)
Yoga Eka putra           (2015820002)
Rahmi fauziah             (2015820018)
Ade lina Damayanti    (2015820016)
Iqbal hermawan          (2015820037)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat karunia, serta taufikhidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PORTOFOLIO DALAM PKN SD. Dan juga kami berterima kasih kepada Bapak Dr. Dirgantara Wicaksono, M.Pd selaku dosen mata kuliah Pengembangan Pembelajaran PKn SD yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Pengertian Portofolio, Model dan Metode Pembelajaran Portofolio, Langkah-langkah Pembelajaran Portofolio serta Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Portofolio.
Penulis juga menyadari bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah penulis buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
            Semoga makalah ini dapat di pahami bagi siapa pun yang membacanya. Sebelumnya penulis memohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.
Jakarta, 30 Oktober 2017
Penulis
Ferina Rahmania
Amalia Saleha
Yoga Eka Putra
Rahmi Fauziah
Ade Lina Damayanti
Iqbal Hermawan
  
 
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................    i
DAFTAR ISI......................................................................................................................    ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang................................................................................................      1
1.2  Rumusan masalah............................................................................................     1
1.3  Tujuan...............................................................................................................    1
BAB II PEMBAHASAN
2.1  Model pembelajaran pkn berbasis portofolio...................................................     2
2.2  Metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran portofolio.......................    3
2.3  Langkah-langkah pembelajaran pkn berbasis portofolio.................................      4
2.4  Kelebihan dan kelemahan model pembelajaran portofolio..............................     6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan......................................................................................................   7 
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................ 8    


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal diperlukan strategi yang sistematis dan terarah. Sementara itu strategi pengelolaan pendidikan yang ditempuh selama ini, temasuk aktualisasi kurikulum dalam pembelajaran, kurang memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengembangkan berbagai kemampuan/kecerdasan seperti kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Dilain pihak, potensi setiap peserta didik sebenarnya berbeda. Untuk itu perlu dikembangkan model-model pembelajaran yang mengakomodasi. Perbedaan potensi dan sekaligus memberikan seluas-luasnya untuk secara aktif menumbuhkan kreatifitas peserta didik, agar kecerdasannya berkembang secara optimal dan proposional.
Model pembelajaran aktif menitikberatkan pada pengembangan afeksi dan perilaku yang didasarkan pada kebutuhan belajar peserta didik, berdasarkan pengalaman belajar. Karena itu pembelajaran aktif berpusat pada peserta didik. Salah satu model proses pembelajaran aktif yang harus dikembangkan adalah portofolio.
1.2  Rumusan Masalah
a.       Bagaimana model pembelajaran PKn berbasis portofolio?
b.      Metode apa yang dapat digunakan dalam pembelajaran portofolio?
c.       Bagaimana langkah-langkah pembelajaran PKn berbasis portofolio?
d.      Apa kelebihan dan kelemahan dari model pembelajaran portofolio?
1.3  Tujuan
a.       Mengetahui tentang model pembelajaran PKn berbasis portofolio
b.      Mengetahui tentang metode apa yang dapat digunakan dalam pembelajaran portofolio
c.       Mengetahui langkah-langkah pembelajaran PKn berbasis portofolio
d.      Mengetahui kelebihan dan kelemahan dari model pembelajaran portofolio
BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Model Pembelajaran PKn berbasis Portofolio
Model adalah gambaran informal untuk menjelaskan atau menerapkan teori. Dengan kata lain, model adalah teori yang lebih disederhanakan. Sedangkan pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran.
Menurut Joyce dan Weil (1980) model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas atau yang lain.
Fungsi model pembelajaran di sini sebagai pedoman bagi perancang pangajar dan para guru dalam melaksanakan pembelajaran. Seperti yang dikemukakan oleh joyce dan weil bahwa model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran seperti buku-buku, film, komputer, kurikuler dan lain-lain. Hal ini menunjukkan bahwa setiap model yang akan di gunakan dalam pembelajaran untuk menentukan perangkat yang dipakai dalam pembelajaran tersebut.
Untuk memilih model ini sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan diajarkan, juga dipengaruhi oleh tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut dan tingkat emampuan peserta didik. Di samping itu pula, setiap model pembelajaran selalu mempunyai tahap-tahap (sintaks) yang oleh siswa dengan bimbingan guru. Antara yang satu dengan sintaks yang lainjuga mempunyai perbedaan. Perbedaan-perbedaan inilah, terutama yang berlangsungnya di antara pembukaan dan penutupan pembelajaran, yang harus dipahami oleh guru penutup pembelajaran, agar model-model tersebut dapat terlaksana dengan berhasil, oleh karena itu, guru perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai keterampilan mengajar, agar dapat tercapai tujuan pembelajaran yang berangka ragan dan lingkungan belajar yang menjadi ciri sekolah pada dewasa ini.
Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) mempunyai tujuan yaitu partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupaan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi.
Portofolio berasal dari bahasa Inggris “portfolio” yang artinya dokumen atau surat-surat. Dapat juga diartikan sebagai kumpulan kertas-kertas berharga dari suatu pekerjaan tertentu. Biasanya portofolio merupakan karya terpilih dari seorang siswa, tetapi dalam model pembelajaran ini setiap portofolio berisi karya terpilih dari satu kelas siswa secara keseluruhan yang bekerja secara kooperatif memilih, membahas, mencari data, mengolah, menganalisa dan mencari pemecahan terhadap suatu masalah yang dikaji.
Portofolio dalam pembelajaran PKn merupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelas siswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka,  baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan.
Model pembelajaran PKn berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah yang digunakan dalam proses politik. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya dengan cara:
1.      Membekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi secara efektif.
2.      Membekali pengalaman praktis yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi dan efektifitas partisipasi.
3.      Mengembangkan pemahaman akan pentingnya partisipasi warga negara.
2.2  Metode yang dapat digunakan dalam Pembelajaran Portofolio
1.      Metode Inkuiri
Penggunaan metode ini didasarkan atas beberapa pemikiran para ahli dan hasil-hasil penelitian menunujukkan bahwa pendekatan ini memiliki keunggulan terutama untuk mengembangkan kemampuan berpikir maupun pengetahuan, sikap, dan nilai pada peserta didik dibanding dengan pendekatan klasikal atau tradisional.
Prosedur penggunaan model ini dapat dilakukan guru secara sederhana yaitu dengan memberikan sejumlah pertanyaan atau pernyataan kepada siswa. Selanjutnya siswa ditugasi untuk menjawab dengan menggunakan berbagai sumber belajar. Dalam menjawab pertanyaan maupun pernyataan tersebut siswa perlu mengadakan suatu pencarian sebagai bukti bahwa jawaban yang mereka berikan adalah benar. Bukti-bukti itulah yang akan dijadikan sebagai portofolio sebagai yang berisi kumpulan dokumen berupa data yang diperoleh siswa dari berbagai sumber belajar baik  dari buku atau media cetak, elektronik, maupun bersumber dari manusia.
2.      Metode E-Learning (Electronic learning)
Kegiatan pembelajaran melalui perangkat elektronik komputer yang tersambungkan ke internet, dimana  peserta didik berupaya memperoleh bahan belajar sesuai dengan kebutuhannya. Peserta didik dapat mencari dan menemukan informasi yang diperlukan dari sedemikian banyak summber informasi dengan cara efektif dan efisien.
Penerapan metode ini dapat dilakukan dengan cara memberikan tugas pada siswa untuk mencari informasi yang berkaitan dengan kompetensi dasar atau topik yang sedang dipeljari atau dibahas, dan selanjutnya siswa mempresentasikan hasil pencarian tersebut di kelas. Kumpulan hasil pencarian informasi yang ditemukan siswa itulah portofolio.
3.      Metode VCT
VCT (Value Clarivication Technique) merupakan tehnik atau cara mengungkapkan nilai. Nilai-nilai dimaksud adalah nilai-nilai yang terdapat dalam suatu pokok bahasan, cerita, nyayian atau lagu, peristiwa tau kejadian, tempat, perbuatan atau perilaku, dan sebagainya. Model ini dapat dilaksanakan guru dengan cara:
a.       Siswa diberi tugas untuk mencari sesuatu yang dapat dianalisa,
seperti cerita hasil reportasi atau liputan, mengamati secara akuratatau seksama atas kejadian, cerita tidak selesai dan harus diselesaikan, selanjutnya menganalisis nilai-nilai tersebut. Hasil analisa dikumpulkan sehingga menjadi portofolio.
b.      Guru menyiapkan daftar baik-buruk, daftar tingkat urutan, daftar
skala prioritas, daftar gejala kontinum (yang terus-menberus), daftar penilaian diri sendiri, dan daftar membaca perkiraan orang lain terhadap diri kita. Siswa diminta untuk menjawab dalam kertas-kertas yang akhirnya dikumpulkan oleh guru sebagai portofolio siswa.
2.3  Langkah-langkah pembelajaran PKn berbasis Portofolio
Dalam pembelajaran PKn berbasis portofolio, kelas dibagi ke dalam empat kelompok. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk membuat satu bagian portofolio kelas. Tugas-tugas setiap kelompok portofolio adalah sebagai berikut:
1.      Kelompok portofolio satu: menjelaskan masalah
Kelompok ini bertanggung jawab menjelaskan masalah yang dipilih sebagai kajian kelas. Selain itu juga harus menjelaskan beberapa hal yang meliputi alasan mengapa yang disajikan adalah masalah yang penting untuk dipecahkan dan mengapa badan atau tingkat pemerintahan tertentu harus menyelesaikan masalah tersebut.
Kelompok portofolio datu mempersiapkan dua seksi, yaitu seksi penanyangan dan seksi dokumentasi. Hasil pekerjaan kelompok portofolio satu ditampilkan pada panel pertama. Hasil pekerjaan kelompok portofolio satu ini harus memuat:
·         Rangkuman masalah secara tertulis
·         Menyajikan masalah secara grafis
·         Identifikasi sumber informasi.
2.      Kelompok portofolio dua: menilai kebijakan alternatif yang disarankan untuk memecahkan masalah Kelompok ini bertanggungjawab menjelaskan kebijakan-kebijakan yang sudah ada dan atau menjelaskan kebijakan-kebijakan alternatif yang dibuat untuk memecahkan masalah.Hasil kerja kelompok portofolio dua mencakup hal-hal sebagai berikut:
·         Rangkuman tertulis tentang kebijakan alternative
·         Menyajikan kebijakan alternatif secara grafis
·         Mengidentifikasi sumber informasi
3.      Kelompok portofolio tiga: mengusulkan kebijakan publik untuk mengatasi masalah. Kelompok ini bertanggungjawab untuk mengembangkan dan menerangkan dengan tepat suatu kebijakan tertentu yang disepakati dan didukung oleh seluruh kelas untuk memecahkan masalah. Hasil kerja kelompok portofolio tiga ini memuat hal-hal sebagai berikut:
·         Penjelasan dan jastifikasi tertulis untuk kebijakan yang
           diusulkan kelas
·         Menyajikan kebijakan publik secara grafis
·         Identifikasi sumber informasi
4.      Kelompok portofolio empat: membuat rencana tindakan. Kelompok ini bertanggungjawab membuat rencana tindakan yang menunjukkan bagaimana cara warga negara dapat mempengaruhi pemerintah untuk menerima kebijakan yang didukung oleh kelas. Hal-hal yang harus termuat dalam hasil kerja kelompok portofolio empat adalah sebagai berikut:
·         Penjelasan tertulis bagaimana kelas dapat menumbuhkan
dukungan pada individu atau kelompok dalam masyrakat terhadap rencana tindkan yang diusulkan.
·         Penjalasan tertulis bagaimana kelas dapat menumbuhkan
dukungan dari pemerintah terhadap rencana tindakan yang        diusulkan.
·         Menyajikan rencana tindakan secara grafis.
·         Identifikasi sumber informasi.
Karya keempat kelompok akan diutamakan pada portofolio kelas. Karya tersebut memiliki dua seksi, yaitu :
·         Seksi penayangan. Hasil karya (hasil penelitian dan pengumpulan informasi) masing-masing dari keempat kelompok ditempelkan pada satu bidang panel dari papan tayangan empat panel. Tayangan ini dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diletakkan di atas meja, papan buletin. Bahan-bahan yang ditayangkan meliputi pernyataan-pernyataan tertulis, daftar sumber, peta, grafik, foto, karya seni asli, dan sebagainya.
·         Seksi dokumentasi. Keempat kelompok harus memilih bahan-bahan yang terkumpul, bahan-bahan terbaik yang mendokumentasikan atau memberi bukti penelitiannya. Bahan-bahan yang dipilih harus mewakili contoh-contoh penelitian terpenting dan/atau paling bermakna yang telah dikerjakan siswa. Tidak semua penelitian harus dimasukkan. Bahan-bahan ini dimasukkan ke dalam sebuah map jepit. Gunakan pemisah berwarna beda untuk memisahkan keempat seksi dokumentasi dari keempat kelompok portofolio tersebut. Siapkan daftar isi untuk setiap seksi.
2.4  Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Portofolio
1)      Kelebihan :
a.       Dapat menutupi proses kekurangan proses pembelajaran. Seperti keterampilan memecahkan masalah, mengemukakan pendapat, berdebat, menggunakan berbagai sumber informasi, mengumpulkan data, membuat laporan dan sebagainya.
b.      Mendorong adanya kolaborasi (komunikasi dan hubungan) antra siswa dan antara siswa dan guru.
c.       Memungkinkan guru mengakses kemampuan siswa membuat atau menyusun laporan, menulis dan menghasilkan berbagai tugas akademik
d.      Meningkatkan dan mengembangkan wawasan siswa mengenai isu atau masalah kemasyarakatan atau lingkungan nya.
e.       Mendidik siswa memiliki kemampuan merefleksi pengalaman belajarnya, sehingga siswa termotivasi untuk belajar lebih baik dari yang sudah mereka lakukan
f.       Pengalaman belajar yang tersimpan dalam memorinya akan lebih tahan lama karena sudah melakukan serangkaian proses belajar dari mengetahui, memahami diri sendiri, melakukan aktifitas dan belajar bekerjasama dengan rekan-rekan dalam kebersamaan.
2)      Kelemahan :
a.       Membutuhkan waktu yang relatif lama
b.      Memerlukan ketekunan, kesabaran dan keterampilan guru
c.       Memerlukan adanya jaringan komunikasi yang erat antara siswa, guru, sekolah.

 BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Portofolio adalah suatu model pembelajaran yang menuntut siswa untuk mengkaji lebih dalam tentang suatu materi pembelajaran sekaligus terjun ke lapangan guna mengamati fenomena yang ada dimasyarakat dan kemudian menarik suatu kesimpulan yang kemudian di dokumentasikan melalui tulisan. Tulisan itulah portofolio.
Model pembelajaran PKn berbasis portofolio
Model pembelajaran PKn berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidik mereka dengan beberapa metode dan langkah yang digunakan dalam proses politik. Pembelajaran ini bertujuan untuk membina komitmen aktif para siswa terhadap kewarganegaraannya dan pemerintahannya.

DAFTAR PUSTAKA
http://amalia-ratnasari.blogspot.co.id/2016/01/model-pembelajaran-pkn-sd-berbasis.html

Rabu, 25 Oktober 2017

Model ASSURE Dalam Perencanaan Pembelajaran / Dr. Dirgantara Wicaksono M.Pd.

  A.S.S.U.R.E
Model ini dicetuskan oleh Heinich,dkk sejak tahun 1980-an dan terus dikembangkan oleh Smaldino, dkk hingga sekarang. Model ini merupakan singkatan yang terdiri atas istilah:
A = Analize learner (menganalisis peserta didik)
Sebelum melaksakan proses pembelajaran kita sebagai pengajar harus mengetahui karakteristik atau siapa yang akan kita ajarkan agar metode, media dan bahan ajar yang kita gunakan sesuai dengan kebutuhan si pebelajar.
S = State objectives (merumuskan tujuan pembelajaran)
Untuk melakukan sesuatu hal agar nantinya dapat berjalan dengan lancar maka hal yang perlu kita lakukan adalah membuat suatu tujuan begitu pula dalam proses pembelajaran maka tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu agar proses pembelajaran dapat lebih terarah.
S = Select methods, media, material (memilih metode, media dan bahan ajar)
Agar proses pembelajaran dapat lebih efektif maka kita harus bisa memilih metode, media dan bahan ajar yang tepat sesuai dengan kebutuhan si pebelajar dan tujuan yang hendak dicapai. Disini kecermatan dalam memilih sangat dibutuhkan agar proses pembelajaran tidak sia-sia dan mendapatkan hasil yang maksimal.
U= Utilize media and materials (memanfaatkan media dan bahan ajar)
Sebagai pengajar maka kita dituntut untuk mampu memanfaatkan media dan bahan ajar seefektif dan semaksimal mungkin.
R= Require learner participation (mengembangkan peran peserta didik)
Disini kita sebagai pengajar dituntut untuk lebih trampil sebagai upaya untuk mengembangkan peran peserta didik agar lebih aktif dalam kegiatan KBM.
E= Evaluate and revise (menilai dan memperbaiki)
Setelah melakukan KBM maka hal yang perlu dilakukan adalah memberikan penilaian utuk mengukur tingkat pemahaman atas materi yang baru saja diberikan dan setelah itu menilai seluruh komponen yang ada dalam KBM tadi utuk mengetahui sejauh mana ke efektivitasnya dan dapat dijadikan masukan bagi perbaikan penyelenggraan KBM selanjutnya.
Model ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
1. Modelnya relatif sederhana, mudah diterapkan maupun dikembangkan oleh tiap-tiap pengajar
2. Dalam medisain pembelajaran model ini dapat dilakukan dengan waktu yang relatif singkat.
3. Komponen yang ada lengkap dalam menunjang pelaksanaan KBM.
4. Peserta didik dapat turut aktif
Selain kelebihan, model ini juga memiliki keterbatasan, yaitu:
1. Tidak didukung oleh komponen suprasisitem oleh karena itu dampak lain terhadap proses belajar tidak dapat diukur.
2. Untuk mengembangkan peran serta peserta didik perlu adanya upaya khusus yang dilakukan.
3. Adanya penambahan tugas dari seorang pengajar.
Model ini cocok digunakan dalam medisain proses pembelajaran disekolah-sekolah baik formal maupun informal.



Nama Sekolah     :  
Kelas / Semester  :  2 / 2
Tema                    :  Lingkungan
Waktu                  :  4 minggu

 

Standar Kompetensi

      B. Indonesia

      Berbicara
  • Mengungkapkan secara lisan beberapa informasi dengan mendeskripsikan benda dan bercerita.
  • Menulis
  • Menulis permulan dengan mendeskripsikan benda di sekitar dan menyalin puisi anak.

Matematika

  • Bilangan : melakukan perkalian dan pembagian bilangan sampai dua angka.
  • Geometri : mengenal unsure bangun datar sederhana.

IPA

  • Mengenal berbagai sumber energi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan kegunaannya.
  • Memahami peristiwa alam dan pengaruh matahari dalam kehidupan sehari-hari

IPS

  • Memahami kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga.
SBK
  • Mengenal, mengingat dan mengekpresikan unsure rupa dan perpaduannya melalui kepekaan indrawi ke dalam karya seni rupa.
  • Mengenal, menanggapi dan mengekpresikan unsure musik dan perpaduannya melalui kepekaan indrawi ke dalam karya musik.
  • Memahami nilai berkarya dan menyajikan proses pembuatan model benda yang terapung.
Kompetensi Dasar
      B. Indonesia
·        Mendeskripsikan tumbuhan atau binatang di sekitar sesuai ciri-cirinya dengan menggunakan kalimat yang mudah di pahami orang lain.
·        Menceritakan kembali cerita anak yang didengarkan dengan menggunakan kata-kata sendiri
·        Mendeskripsikan tumbuhan atau binatang di sekitar secara sederhana dengan bahasa tulis.
·        Menyalin puisi anak dengan huruf tegak bersambung yang rapi.

Matematika

·        Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangan dua angka.
·        Melakukan pembagian dua angka / bilangan dua angka.
·        Melakukan operasi bilangan campuran.
·        Mengelompokkan bangun datar.
·        Mengenal sudut bangun datar.

IPA

·        Mengidentifikasi sumber-sumber energi panas, listrik, cahaya dan bunyi yang ada di lingkungan sekitar.
·        Mengidentifikasi jenis energi yang paling sering digunakan di lingkungan sekitar dan cara menghematnya.
·        Mengidentifikasi kenampakan matahari pada pagi, siang dan sore hari.
·        Mendeskripsikan kegunaan panas dan cahaya matahari  dalam kehidupan sehari-hari.
IPS
·        Menceritakan pengalaman dalam melaksanakan peran dalam anggota keluarga.
·        Memberi contoh bentuk kerjasama di lingkungan tetangga.

SBK

·        Mengekpresikan diri dengan berekplorasi gagasan imajinatif dalam berkarya seni rupa.
·        Mengekpresikan diri dengan penampilan musik.
·        Berkreasi dengan cat warna.
Tujuan Pembelajaran**
      B. Indonesia
·        Siswa dapat menirukan gerak dan suara binatang.
·        Siswa dapat menjelaskan cirri binatang secara rinci sehingga dapat mendeskripsikannya dengan teman.
·        Siswa dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan cerita.
·        Siswa dapat menuliskan yang didiktekan guru.
·        Siswa dapat melengkapi cerita tentang data keluarga.
·        Siswa dapat menulis dengan baik dan benar serta penggunaan hurup kapital dan tanda baca dengan tepat.
·        Siswa dapat membuat karangan sederhana dengan bantuan gambar yang tersedia.

Matematika

·        Siswa dapat mengingat pakta perkalian dengan berbagai cara mulai dari penjumlahan berulang.
·        Siswa dapat mengingat pakta pembagian dengan berbagai cara.
·        Siswa dapat menghitung secara cepat perkalian dan pembagian
·        Siswa dapat mengelompokkan bangun datar menurut bentuknya.
·        Siswa dapat menentukan, menggambar  bangun datar dengan titik sudut, garis, sisi.

IPA

·        Siswa dapat mencari sumber  bunyi  alat yang menghasilkan bunyi, sumber energi yang menghasilkan panas, sumber energi yang menghasilkan cahaya.
·        Siswa dapat memberi alasan yang tepat tentang penggunaan jenis energi
·        Siswa dapat menjelaskan kedudukan matahari pada pagi, siang dan sore hari.
·        Siswa dapat menjelaskan perbedaan panas matahari pada pagi, siang dan sore hari serta menjelaskan adanya hubungan antara kedudukan matahari dengan baying-bayang.

IPS

·        Siswa dapat mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan keluarga.
·        Siswa dapat memperagakan peran tentang diri sendiri serta keluarga.
·        Siswa dapat menceritakan keadaan lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah.
·        Siswa dapat memberikan contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan serta dapat menceritakannya dalam pengalaman membersihkan lingkungan di sekitar rumah.

SBK

·        Siswa dapat membuat karya gambar cetak ekpresi.
·        Siswa dapat memainkan alat musik ritmis.
·        Siswa dapat menjelaskan  cara pembuatan cat warna dari bahan alam serta mendemontrasikannya.
v  Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility )
Ketelitian ( carefulness)
Kerja sama ( Cooperation )
Toleransi ( Tolerance )
Percaya diri ( Confidence )
Keberanian ( Bravery )

Materi ajar (materi pokok)

  • Mendeskripsikan cirri tumbuhan dan hewan.
  • Cara penulisan huruf kapital yang sesuai/benar.
  • Mendeklamasikan puisi.
  • Perkalian dan pembagian.
  • Bangun datar dan unsure bangun datar.
  • Sumber panas dan energi serta kegunaannya.
  • Menceritakan pengalaman.
  • Lingkungan alam dan buatan.
  • Membuat gambar cetak tinggi, seni musik, pembuatan cat warna dari bahan alam dan buatan.

Metoda pembelajaran

  • Demontrasi, latihan, ceramah, pemberian tugas, tanya jawab.

Langkah-langkah

A. Kegiatan awal
Apresepsi/ Motivasi :
merapikan siswa, berbaris dan berdo,a, mengatur tempat duduk, mengabsen.
tes awal pelajaran.
B. Kegiatan inti
Minggu ke I
        Pertemuan pertama (B. Indonesia, Matematika, IPS).  3 x 35’.
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Dengan penjelasan guru diharapkan siswa dapat menjelaskan cirri tumbuhan dan binatang secara lisan dan dituangkan dalam tulisan.
F Mengingat fakta perkalian dengan penjumlahan berulang.
F Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dengan bercerita.
Pertemuan kedua (B. Indonesia, Matematika).  4 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Dengan penjelasan tentang suara dan gerakan binatang siswa dapat menirukannya dengan riang dan gembira.
F Menjelaskan perkalian dengan penjumlahan berulang.
 
Pertemuan ketiga (B. Indonesia, Matematika, IPA). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Mengungkapkan cirri tumbuhan dan hewan serta tempat hidupnya melalui bacaan atau cerita yang tersedia.
F Mengerjakan hitung perkalian dengan penjumlahan berulang.
F Melalui penjelasan guru diharapkan siswa mengerti dan paham serta dapat menyebutkan sumber bunyi, energi yang sering digunakan, sumber energi di lingkungan sekitar.
Pertemuan keempat (SBK, B. Indonesia, Matematika).  4 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Menjelaskan unsure cetak gambar / cetak tinggi.
F Membaca dengan intonasi yang benar dengan kecepatan, tentang cerita binatang.
F Menjawab pertanyaan sesuai isi cerita.
F Mendemontrasikan hitung perkalian 1 dan 2
.
Pertemuan kelima (Matematika, B. Indonesia).  3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Menirukan suara binatang dan gerakannya kemudian dituangkan ke dalam tulisan tegak bersambung dan tidak lupa penggunaan huruf kapital.
F Mendemontrasikan hitung perkalian 1 – 3.
Pertemuan keenam (Matematika, B. Indonesia). 2 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Mengerjakan perkalian dengan penjumlahan berulang dari perkalian satu sampai tiga.
F Menyusun kalimat sederhana.
Minggu ke 2
Pertemuan pertama (Matematika, B. Indonesia).  3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Mengerjakan hitung perkalian dengan penjumlahan berulang dari perkalian satu sampai lima.
F Membaca sebuah cerita dengan pelafalan dan intonasi yang benar secara seksama.
Pertemuan kedua (IPS, Matematika, B. Indonesia).  3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Memperagakan peran tentang diri sendiri sebagai makhluk social yang memerlukan lingkungan sekitarnya.
F Melalui penjelasan guru diharapkan siswa mampu mengungkapkan dan hafal hitung perkalian.
F Menjawab pertanyaan yang sesuai dengan isi cerita yang dibacanya.
 
Pertemuan ketiga (IPA, B. Indonesia, Matematika).  3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Melalui penjelasan guru tentang kegunaan energi, baik itu energi bunyi, panas dan energi listrik diharapkan siswa dapat mengungkapkan alasan yang tepat tentang penggunaan energi tersebut.
F Menuliskan yang didiktekan guru dengan tulisan tegak bersambung yang baik dan benar.
F Melalui penjelasan tentang pembagian diharapkan akan lebih memahami tekhnik pembagian dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
 
Pertemuan keempat (B. Indonesia, Matematika).  3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Membaca dan menjawab pertanyaan dari isi cerita kemudain dituangkan kedalam tulisan dengan bentuk karangan pendek.
F Mengerjakan hitung pembagian dengan pengurangan berulang sampai nol.
 
Pertemuan Kelima (Matematika B. Indonesia)  2 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Mengerjakan hitung pembagian satu sampai 5
F Menyusun kalimat sederhana.
Pertemuan keenam (B. Indonesia, SBK)  4x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Membaca kalimat bersuara nyaring dengan intonasi yang benar kemudain di tulis dengan menggunakan huruf sambung dan penerapan penggunaan huruf besar dan tanda baca.
F Membuat karya gambar cetak ekspresi dengan berbagai motif imajinatif dari bahan alam.

Minggu ke 3

Pertemuan pertama (Matematika, B. Indonesia) 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Mengerjakan hitung pembagian dan penerapannya dalam kegiatan sehari-hari.
F Melalui penjelasan guru diharapkan siswa dapat membaca cerita dengan bantuan gambar.
 
Pertemuan kedua (Matematika, B. Indonesia, IPS). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Pengerjaan hitung campuran perkalian dan pembagian.
F Melengkapi cerita tentang data keluarga ditulis menggunakan huruf kapital dan tanda baca yang benar.
F Dari penjelasan guru, diharapkan siswa dapat menyebutkan perbedaan lingkungan alam dan buatan di sekitar lingkungan rumah.
Pertemuan ketiga (IPA, B. Indonesia, Matematika). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Guru menjelaskan energi yang sering digunakan sehari-hari serta memberi alasan penggunaan jenis energi listrik.
F Siswa membaca dengan bersuara tentang membersihkan halaman serta mengajukan dan menjawab pertanyaan sesuai dengan isi bacaan.
F Melalui penjelasan guru tentang pembagian sampai 50
Pertemuan keempat (B. Indonesia, Matematika). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Meringkas bacaan, melengkapi kalimat yang telah disediakan guru.
F Pembagian sebagai kebalikan perkalian
F Siswa mengerjakan soal cerita tentang perkalian dan pembagian.
Pertemuan kelima (Matematika, B. Indonesia). 2 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Guru menjelaskan bangun datar, siswa mengelompokkan bangun datar menurut bentuknya
F Siswa mengurutkan bangun datar menurut ukurannya.
F Menulis kalimat yang didiktekan guru.
Pertemuan keenam (B. Indonesia, SBK). 4 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Guru menugaskan siswa untuk menyusun sebuah karangan sdengan bentuk puisi.
F Siswa mendeklamasikan puisi tersebut di depan kelas.
F Dengan penjelasan guru tentang cara pembuatan cat warna dan bahan alami.
F Siswa mendemontrasikannya pembuatan cat warna.
Minggu ke 4
Pertemuan pertama (Matematika). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Guru menjelaskan tentang sudut dan bangun datar
F Siswa menyimak penjelasan guru.
F Siswa menyebutkan unsur-unsur bangun datar.
F Siswa menggambarkan jenis-jenis bangun datar.
Pertemuan kedua (B. Indonesia, Matematika, IPS). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Guru menugaskan siswa untuk membuat karangan pendek.
F Siswa membuat karangan pendek dengan melanjutkan sebuah cerita yang sudah disediakan.
F Siswa melanjutkan materi berikutnya yaitu menggambar dan membuat bangun datar dengan ukuran tertentu.
F Siswa menceritakan pengalaman membersihkan lingkungan di sekitar baik di rumah maupun di sekolah secara lisan ataupun tulisan.
Pertemuan ketiga (Matematika). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Guru menugaskan siswa untuk melanjutkan materi berikutnya.
F Siswa melaksanankan tugas yang diberikan guru yaitu membuat bidang datar dengan ukuran yang ditentukan guru dengan menggunakan alat bantu.
F Siswa menyebutkan benda yang termasuk banmgun datar di sekitar kelas.
Pertemuan keempat (B. Indonesia, IPS). 3 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Guru menugaskan siswa untuk membuat kalimat berdasarkan gambar.
F Siswa membuat kalimat berdasarkan gambar.
F Siswa menyalin kalimat dari huruf cetak ke huruf tegak bersambung.
F Guru menugaskan siswa untuk mencari gambar yang berhubungan dengan lingkungan alam dan buatan dari berbagai media cetak untuk dibuat kliping.
F Pertemuan kelima (IPA). 2 x 35’
F Guru mengulas materi yang telah disampaikan dan menyampaikan materi berikutnya.
F Siswa dibawa guru ke luar kelas untuk merasakan lanmgsung pengaruh panas dan cahaya matahari terhadap makhluk hidup.
F Siswa membuat laporan apa yang di rasakannya.
Pertemuan keenam (SBK). 2 x 35’
§ Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
F Guru menjelaskan cara penggunaan cat warna yang terbuat dari bahan alam atau buatan.
F Siswa mencoba membuat cetakan sederhana dengan menggunakan cat warna yang telah dibuat dari bahan alam atau buatan.
F Siswa dapat membandingkan kualitas cat warna yang dibuat dari bahan alam dan bahan buatan.
§ Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
F membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
F memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
F memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
F memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
F memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
F memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
§ Konfirmasi
 Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan
C. Kegiatan akhir
Dalam kegiatan akhir, guru:
F Mengadakan tanyajawab sekitar materi yang telah disampaikan.
F Memberikan penilaian hasil kerja siswa baik secara tertulis, lisan maupun perbuatan yang telah dilakukan siswa.
F Memberikan tugas atau PR

Alat dan sumber :

F Buku paket
F Alat peraga
F Media cetak
F Media elektronik
F Lingkungan sekitar
F Kreatifitas guru

 

Penilaian

Penilaian dilaksanakan selama proses dan sesudah pembelajaran    
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Bentuk
 Instrumen
Contoh
Instrumen
B. Indonesia
·         Menirukan gerak dan suara binatang tertentu.
·         Menjelaskan cirri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci baik itu nama-nama cirri khasnya, suaranya, tempat hidupnya, dengan pilihan kata runtut.
·         Mendeskripsikan cirri-ciri benda, tumbuhan oleh seorang teman dan teman lainnya menebaknya.
·         Menjawab pertanyaan tentang isi cerita.
·         Menceritakan kembali cerita yang didengar menggunakan kata-kata sendiri.
·         Menuliskan kalimat yang didiktekan guru dengan kata yang berhubungan dengan tumbuhan dan binatang.
·         Melengkapi cerita tentang data keluarga dengan kata yang tepat.
·         Menulis nama orang tua, pekerjaan dan nama anggota keluarga dengan menggunakan huruf kapital dan tanda baca.
·         Menyalin kalimat cetak menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat.
·         Menulis karangan dengan melanjutkan sebuah cerita yang sudah disediakan.
·         Menulis karangan sederhana tentang kesukaan / ketidak sukaan dengan tulisan yang rapi dan kecepatan tertentu.

Matematika

·         Mengingat pakta perkalian sampai 50 dengan berbagai cara.
·         Mengingat pakta pembagian sampai 50 dengan berbagai cara.
·         Menghitung secara cepat perkalian dan pembagian bilangan sampai 50.mengelompokkan bilangan datar, menurut bentuknya.
·         Menggunakan bangun datar menurut ukurannya.
·         Menentukan unsure bangun datar yaitu titik sudut, garis, sisi.
·         Menentukan unsure-unsur bangun datar yaitu sudut.
·         Menggambar dan membuat bangun persegi, segitiga, segi empat, persegi panjang dengan menunjukkan sudut.

IPA

·         Mencari sumber panas, bunyi dan cahaya melalui alat rumah tangga.
·         Mencari contoh alat rumah tangga yang menggunakan energi.
·         Memberi contoh jenis energi yang sering digunakan sehari-hari.
·         Memberi alasan penggunaan jenis energi listrik.
·         Menceritakan kedudukan matahari pagi, siang dan sore hari.
·         Membedakan panas matahari pada pagi, siang dan sore hari.
·         Menceritakan adanya hubungan antara kedudukan matahari dengan baying-bayang yang terbentuk.
·         Menjelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.

IPS

·         Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan keluarga.
·         Memperagakan peran tentang diri sendiri.
·         Menceritakan keadaan lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah.
·         Memberikan contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan alam di sekitar kita.
·         Menceritakan pengalaman membersihkan lingkungan di sekitar rumah.

SBK

·         Membuat karya gambar cetak ekpresi dengan berbagai motif imajinatif.
·         Memnuat karya gambar cetak ekpresi dengan berbagai cetakan dari bahan alam.
·         Memainkan alat musik ritmis dengan cara yang benar.
·         Mengatur komposisi ukuran bahan dan alat pembuatan cat warna dan bahan alam.
·         Mendemontrasikan cara pembuatan cat warna dari bahan alam dan buatan.
tertulis, lisan, perbuatan
isian,essay, skala sikap, portofolio
B. Indonesia
·         Bagaimana cara Menirukan gerak dan suara binatang tertentu.
·         Jelaskan cirri-ciri tumbuhan dan binatang secara rinci baik itu nama-nama cirri khasnya, suaranya, tempat hidupnya, dengan pilihan kata runtut.
·         Jelaskanlah cirri-ciri benda, tumbuhan oleh seorang teman dan teman lainnya menebaknya.
·         Jelaskanlah pertanyaan tentang isi cerita.
·         Ceritakan kembali cerita yang didengar menggunakan kata-kata sendiri.
·         Tuliskan kalimat yang didiktekan guru dengan kata yang berhubungan dengan tumbuhan dan binatang.
·         Jelaskanlah cerita tentang data keluarga dengan kata yang tepat.
·         Tuliskanlah nama orang tua, pekerjaan dan nama anggota keluarga dengan menggunakan huruf kapital dan tanda baca.
·         Salinkanlah kalimat cetak menjadi tegak bersambung sebanyak 5 kalimat.
·         Tuliskanlah karangan dengan melanjutkan sebuah cerita yang sudah disediakan.
·         Tuliskanlah karangan sederhana tentang kesukaan / ketidak sukaan dengan tulisan yang rapi dan kecepatan tertentu.

Matematika

·         Jelaskanlah pakta perkalian sampai 50 dengan berbagai cara.
·         Jelaskanlah pakta pembagian sampai 50 dengan berbagai cara.
·         Hitungkanlah secara cepat perkalian dan pembagian bilangan sampai 50.mengelompokkan bilangan datar, menurut bentuknya.
·         Hitungkanlah bangun datar menurut ukurannya.
·         Tentukanlah unsure bangun datar yaitu titik sudut, garis, sisi.
·         Tentukan unsure-unsur bangun datar yaitu sudut.
·         Bagaimana cara Menggambar dan membuat bangun persegi, segitiga, segi empat, persegi panjang dengan menunjukkan sudut.

IPA

·         Sebutkanlah sumber panas, bunyi dan cahaya melalui alat rumah tangga.
·         Sebutkanlah contoh alat rumah tangga yang menggunakan energi.
·         Sebutkanlah contoh jenis energi yang sering digunakan sehari-hari.
·         Jelaskanlah alasan penggunaan jenis energi listrik.
·         Ceritakan kedudukan matahari pagi, siang dan sore hari.
·         Bedakan panas matahari pada pagi, siang dan sore hari.
·         Ceritakan adanya hubungan antara kedudukan matahari dengan baying-bayang yang terbentuk.
·         Jelaskan kegunaan panas dan cahaya matahari dalam kehidupan sehari-hari.

IPS

·         Ceritakan pengalaman diri sendiri dan keluarga.
·         Peragakan peran tentang diri sendiri.
·         Ceritakan keadaan lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah.
·         Sebutkanlah contoh cara memelihara dan menjaga lingkungan alam di sekitar kita.
·         Ceritakan pengalaman membersihkan lingkungan di sekitar rumah.

SBK

·         Jelaskanlah karya gambar cetak ekpresi dengan berbagai motif imajinatif.
·         Jelaskanlah karya gambar cetak ekpresi dengan berbagai cetakan dari bahan alam.
·         Jelaskanlah  cara memainkan alat musik ritmis dengan cara yang benar.
·         Jelaskanlah cara mengatur komposisi ukuran bahan dan alat pembuatan cat warna dan bahan alam.
·         Jelaskanlah cara pembuatan cat warna dari bahan alam dan buatan.
Kriteria Penilaian      
1. Produk ( hasil diskusi )
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
Konsep
* semua benar
* sebagian besar benar
* sebagian kecil benar
* semua salah
4
3
2
1
2. Performansi
No.
Aspek
Kriteria
Skor
1.
2.
Kerjasama
Partisipasi
* bekerjasama
* kadang-kadang kerjasama
* tidak bekerjasama
* aktif  berpartisipasi
* kadang-kadang aktif
* tidak aktif
4
2
1
4
2
1
3. Lembar Penilaian
No
Nama Siswa
Performan
Produk
Jumlah Skor
Nilai
Kerjasama
Partisipasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
CATATAN :
  Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
 
 
 N